Sadam Seriusi Tunjangan Insentif Imam dan Pegawai Syari

KBRN, Boltim: Tunjangan serta insentif imam masjid dan pegawai syari yang sangat rendah menjadi perhatian serius anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama (Sadam). 

Melihat persoalan tersebut, Wakil Rakyat Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memastikan akan memperjuangkan kesejahteraan mereka. 

Perkataan ini dilontarkan Sadam saat menggelar reses masa persidangan pertama tahun 2022 Daerah Pemilihan (Dapil) satu di kediamannya.

Dituturkannya, mencari imam dan pegawai syari sekarang ini sangat susah, seperti mencari jarum di lapangan. Maka dari itu jangan heran kalau imam dan pegawai syari itu hanya di pandang sebela mata yang disebabkan oleh insentif yang kurang. 

“Saya butuh tantangan dari tokoh masyarakat yang akan menyampaikan tentang bagaimana memperjuangkan aspirasi berkenan dengan tunjangan dan insentif pegawai syarii yang sangat memiriskan,” kata Dama. 

Dipastikan anggota DPRD yang juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Boltim ini, aspirasi tersebut bukan hanya sekedar diterima tetapi wajib untuk diperjuangkan. 

“Alhamdulillah so mulai ada, jadi saya butuh tantangan itu untuk menyampaikan kepada saya. Ketika ini ada masukan, ini bukan sekedar mo bilang tetapi tertara di buku risala dan wajib saya perjuangkan disamping saya sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia,” tegas Samsudin. 

Ucapan terima kasih pun disampaikan legislator Boltim ini kepada DMI Provinsi, Camat Kotabunan, Pemerintah Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah menghadiri agenda tersebut. 

“Terima kasih atas kehadirannya kita semua, muda-mudahan apa yang kita laksanakan pada hari ini akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah Subhanahu Wataala,” tandasnya. 

Diketahui, pada agenda ini juga Sadam menyerahkan bantuan baju koko kepada imam dan pegawai syari yang ada disejumlah Masjid Kotabunan, Tutuyan dan Motongkad.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar