Harga Cabai Sulut Menurun Drastis, Capai 15.000 Perkilogram.

KBRN, Talaud : Harga cabai di Sulawesi Utara (Sulut) menurun drastis, pasalnya panen raya cabai lokal dan daerah lain pada sentra produksi cabai di Indonesia turut mempengaruhi harga saat ini.

Roni Erungan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut menjelaskan, di pasaran pada pedagang pengecer cabai perkilogram dijual dengan harga lima belas ribu rupiah. Bahkan cabai dari daerah luar seperti dari Makassar, dan Gorontalo harga jual sama dengan cabai lokal Sulut. Dibanding pada pekan sebelumnya, cabai dijual pedagang enam puluh ribu hingga delapan puluh ribu rupiah perkilogram.

“Jadi kondisi turun harga drastis cabai ini sempat dikeluhkan Petani lokal ke Pemerintah daerah (Disperindag) pada beberapa hari sebelumnya dan petani cabai pun meminta pemerintah untuk menghentikan sementara pasokan cabai dari luar daerah tersebut, karena turut mempengaruhi harga di Sulut,” jelasnya kepada RRI (27/8/2021).

Diakui Erungan, sampai sekarang ini di pasar tradisional harga cabai terjadi fluktuasi , sesuai jenis cabai seperti cabai rawit (rica) dengan cabai keriting dengan ukuran besar. Sentra produksi cabai Lokal Sulut yang diminati dari daerah Remboken Kabupaten Minahasa juga ikut turun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00