Balai POM Gelar Forum Advokasi/Pertemuan Llintas Sektor Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

KBRN,  Minut - Produksi pangan yang bebas bahan berbahaya serta aman dikonsumsi menjadi prioritas BPOM untuk terus disampaikan ke masyarakat. Konsumen diberikan informasi terkait bahan bahan yang mengalami kondisi tidak layak konsumsi termasuk pengelolaan hasil laut yang aman hingga penggunaan produk kosmetik. 

Hal ini yang di tegaskan Kasubdit pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha pangan olahan BPOM RI Dra.Dyah  Sulystiorini ApT.Mkes saat menjadi narasumber dalam kegiatan Forum advokasi/Pertemuan lintas Sektor pasar aman dari bahan berbahaya di kabupaten Minahasa Utara, Selasa (23/4/2019). 

Kehadiran BPOM RI di Minut juga didampingi Kepala Balai besar pengawas obat dan makanan Provinsi Sulut Dra.Sandra MP Lithin ApT. Mkes, Assisten 3 Pemkab Minut dr.Jeane Symons Mkes, Kepala Dinas Perdagangan Minut Beny Mengko dan Sarlota Patabang selaku kabid infokom balai POM Manado.

Dalam kesempatan tersebut Dra. Sulystiorini menyebutkan intinya harus ada Q maker yang akan memantau langsung peredaran bahan berbahaya dipasaran yang disiapkan daerah sehingga masyarakat juga akan aman mengkonsumsi setiap bahan makanan.

"Jangan gampang tertarik dengan bahan yang menarik karena warnanya seperti terasi yang berwarna sedikit merah karena itu mengandung Rodamin, kita harus menjadi kontrol pada diri sendiri kemudian juga bagi pedagang jangan "nakal" Hanya karena ingin pemasukan meningkat sehingga tega membahayakan keselamatan orang lain,kamipun tidak berhenti untuk melakukan pengawasan serta sidak," Ungkap Sulystiorini.

Sementara itu Kepala Balai besar pengawas obat dan makanan Provinsi Sulut Dra.Sandra MP Lithin ApT. Mkes saat memaparkan materi mengatakan pengawasan harus di lakukan guna pasar aman dari bahan berbahaya ini menjadi tanggungjawab kita bersama, hasil pengawasan  masih ada produsen yang nakal. 

"Bahan bahan berbahaya pada makanan masih ada dipasaran,  pengawasan oleh produsen, pemerintah dan pengawasan oleh konsumen tentu jadi 3 pilar yang menentukan kwalitas bahan pangan yang kita konsumsi seperti tanggal expired, kemasan hingga pewarna yang digunakan pada makanan," Kata Dra. Sandra Lithin ApT. Mkes. 

Dengan pembinaan pembinaan yang dilakukan BPOM secara Nasional pasar pasar di Sulut menurut Sandra yang menggunakan bahan bahan berbahaya  sesuai data masih minim. 

"Syukur di Sulut ada di peringkat ke 3 dari bawah dengan nilai 0,05% untuk penggunaan bahan bahan berbahaya namun sebaiknya ada di Zero sehingga semua aman saat mengkonsumsi bahan pangan termasuk Mie yang sempat berakibat fatal di Langowan yang dari hasil pemeriksaan karena kuman akibat lingkungan tempat berusaha Mie yang tidak bersih, " Tegas Ka.Balai Besar BPOM Manado. 

Demikian halnya disampaikan Assisten 3 Pemkab Minut dr.Jeane Symons Mkes saat membacakan sambutan mewakili Bupati bahwa Koordinasi lintas daerah wajib dilakukan guna capaian sosialisasi untuk melindungi masyarakat bisa optimal. 

"Pertemuan lintas sektor ini sangat penting guna memberikan edukasi lewat dinas dinas terkait soal bahan bahan berbahaya pada bahan makanan agar masyarakat juga lebih jeli melihat dan memilih setiap produk seperti Mie basah, Terasi hingga Ikan," Ungkap dr.Jeane Symons Mkes. 

Dalam kegiatan Forum advokasi/Pertemuan lintas Sektor pasar aman dari bahan berbahaya di kabupaten Minahasa Utara turut dihadiri dinas dinas terkait diantaranya dari Dispenda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pangan dan Dinas perlindungan anak.(Day)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00