Pemerintah Berhasil Lindungi Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan dalama acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2023, di Istana Negara, Kamis (1/12/2022). (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia berhasil menangani Covid-19 sekaligus melindungi perekonomian masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2023, di Istana Negara, Kamis (1/12/2022).

Dia menjelaskan, tahun 2020 penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2.595,5 triliun. Sementara untuk defisit anggaran melonjak hingga Rp947,7 triliun.

Sementara pada 2021, belanja APBN meningkat menjadi Rp2.786,4 triliun. Akan tetapi, defisit anggaran menurun hingga Rp775,1 triliun.

"Itu menandakan covid mulai bisa dikelola dan perekonomian mulai bangkit. Pada tahun 2022 ini kita akan membelanjakan Rp3.106,4 triliun dan defisit diperkirakan akan turun lagi menjadi Rp598 triliun," kata Menkeu.

"Ini menggambarkan bahwa dalam 3 tahun kita berhasil mengendalikan covid, melindungi masyarakat, melindungi perekonomian. Dan APBN secara bertahap juga mulai disehatkan kembali," katanya, menambahkan.

Menurutnya, dalam merumuskan kebijakan dan respon APBN ditengah kondisi global yang terpuruk, dukungan DPR sungguh luar biasa. Dengan sinergitas ini, menghasilkan APBN yang responsif, tepat waktu, fleksibel, namun tetap efektif dan akuntabel dalam menghadapi tantangan.

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Khususnya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR RI serta DPD atas segala masukan, dukungan," ucapnya. 

Lebih lanjut Menkeu menyatakan, perekonomian nasional saat ini masih dalam tren pemulihan yang positif. Hal itu jugatidak terlepas dari dukungan beberapa sektor.

"Yaitu tumbuh di atas 5 persen selama 5 triwulan berturut-turut. Bahkan pada triwulan ketiga mencapai 5,72 persen YoY (Year On Year)," katanya.

Dia memastikan, inflasi di Indonesia juga relatif moderat dibandingkan negara-negara lain di dunia. "Yaitu pada level 5,71 persen pada bulan Oktober, turun dari 5,99 persen pada bulan September," ujarnya.

Dari sisi neraca perdagangan, terjadi surplus selama 30 bulan berturut-turut. Selain itu, PMI (Purchasing Managers' Index) juga tetap menunjukkan ekspansif (meluas) dalam 14 bulan terakhir.