Begini Cara Paslon Bupati Malang Tekan Peredaran Narkoba

KBRN, Malang : Debat Publik Seri Pamungkas yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Selasa (1/12/2020) dimaksimalkan bagi masing-masing Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam meng-eksplore kemampuan berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Malang.

Debat yang berlangsung sekitar 120 menit itu, terlihat masing masing Paslon menyampaikan program andalan untuk 'memikat' masyarakat pemilih di Kabupaten Malang sejumlah 2.003.608 yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Terbagi dalam 6 segmen debat berlangsung dinamis.

Sejumlah program masing masing Paslon dipaparkan di awal, saat moderator Argha Syahputra-Miranti Rizqy memberikan kesempatan kepada masing masing Paslon Bupati Malang untuk membeberkan program kerja, sebelum memasuki sesi kedua terkait pendalaman program yang dibeber pada sesi pertama.

Paslon nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto, Paslon nomor urut 2 Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono dan Paslon nomor urut 3 Heri Cahyono-Gunadi Handoko, memaparkan program kerja yang akan dilakukan saat terpilih nanti.

Usai memberikan paparan singkat  tentang program kerja dengan durasi waktu yang dibatasi, pertanyaan panelis mulai disampaikan moderator kepada masing masing paslon hingga sesi debat terbuka, para paslon diberikan kesempatan untuk membuat pertanyaan bagi paslon lain secara bergantian.

Sejumlah pertanyaan panelis, mulai dari reformasi birokrasi, pelayanan publik hingga penanganan peredaran narkoba di kabupaten Malang. Ketiga Paslon bertarung memaparkan jurusnya dalam menekan peredaran narkoba.

Masing masing paslon memiliki strategi dan taktik berbeda, antara lain, Paslon nomor urut 1, M Sanusi dan Didik Gatot Subroto menyebut akan mengupayakan untuk bisa bersinergi dengan BNN Kabupaten Malang dalam menggelar operasi senyap guna menekan peredaran narkoba.

"Caranya bagaimana, kami akan berupaya untuk bisa memfasilitasi BNN agar bisa mengoptimalkan operasi senyap. Seperti transportasi dan fasilitas lainnya. Sedangkan melalui Perda dan Perbup akan kami giatkan kegiatan masyarakat. Dalam rangka menekan peredaran narkoba," ujar Sanusi.

Sementara, Paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono menyebut akan melakukan upaya pencegahan sejak dini dari lingkup sekolah. Juga diimbangi pemberian edukasi bagi masyarakat yang sudah terjerumus ke dalam barang haram tersebut.

"Pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Sementara itu juga pencegahan sekunder, agar pemakai yang sudah direhabilitasi tidak menjadi adiksi. Dan bagi pecandu rehabilitasi tidak akan berhenti dan agar tidak semakin meluas," ujar Lathifah. 

Sedangkan paslon nomor urut 3, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko akan mengandalkan sistem rehabilitasi yang berkelanjutan. 

"Dari pantauan dan sepengetahuan kami, BNN sepertinya bekerja sendirian. Kami akan lakukan sinergi dan komunikasi dengan baik bersama BNN. Dari catatan kami, pecandu setelah direhabilitasi masih belum ada tindak lanjut. Dan pola preventif sepertinya belum efektif. Untuk itu rehabilitasi akan kami upayakan berkelanjutan hingga yang bersangkutan selesai menjalani rehabilitasi," ujar Heri Cahyono.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00