Durasi Sesi Tanya Jawab Ditambah, Paslon Bupati Malang Diharap Bisa "Eksplore" Program

KBRN, Malang : Debat publik tahap II Pasangan calon (Paslon) Bupati Malang kembali akan dihelat pada Jumat (20/11/2020) mendatang. Sejumlah persiapan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang.

Durasi waktu sesi tanya jawab dalam debat publik tahap II nanti akan ditambah lebih panjang, tidak seperti pada debat publik tahap I yang digelar Jumat (30/10/2020) lalu.

" Hasil evaluasi debat publik yang pertama lalu, dikeluhkan terkait durasi dalam sesi tanya jawab, " ungkap Komisoner KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, durasi waktu pada sesi tanya jawab debat pertama dinilai terlalu singkat, hanya 60 detik dalam menyampaikan pertanyaan maupun jawaban.

" Sebab itu nanti ada perubahan sesi yakni ada sesi yang akan dimampatkan, sehingga satu segmen sesinya tidak terlalu banyak," terangnya.

Ia menjelaskan untuk bisa menambah durasi, pihaknya akan meringkas beberapa sesi dalam setiap segmen. Diharapkan, ada waktu yang lebih bagi paslon dalam memberikan jawaban atau tanggapan. Targetnya, masing masing paslon bisa lebih mengeksplorasi konsep dan program pembangunan di Kabupaten Malang.

" Goalnya masyarakat pemilih bisa menyimak betul program kandidat yang akan menjadi pemimpin nanti," tegasnya.

Debat tahap II nanti akan mengusung  tema "Pembangunan" disiarkan langsung oleh TVRI Jawa Timur dan Radio Republik Indonesia (RRI) serta direlay oleh sejumlah stasiun radio swasta antara lain Malang City Guide FM, Elfara FM, Mass FM, dan Senaputra.

Masing masing Paslon Bupati Malang akan berdebat selama 120 menit pada panggung yang dipersiapkan di ruang rapat paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Malang.  

" Sebelumnya akan digelar di Hotel tetapi ada pertimbangan lain, sehingga tetap kami gelar di Gedung Rakyat," tukasnya.

Mahardika mengimbau agar masing-masing paslon untuk tidak membawa pendukung berlebihan, Mengingat saat ini masih pandemi dan peserta yang hadir pun juga diatur dalam PKPU.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00