Bawaslu Sebut Paslon Bupati Malang Krisis Kepatuhan Aturan Kampanye

KBRN, Malang: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang menyebut Pasangan Calon Bupati Malang mengalami krisis kepatuhan terhadap peraturan kampanye. Ketua Bawaslu setempat, M Wahyudi mengatakan sejak pelaksanaan masa kampanye pada 26 September lalu sampai awal bulan November 2020 ini, banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh hampir seluruh Paslon Bupati Malang.

"Memang ada penanganan pelanggaran yang sudah dilaksanakan Bawaslu kepada para Paslon Bupati Malang," ungkap Wahyudi kepada RRI, Selasa (3/11/2020).

Diantaranya, pelanggaran terkait penerapan protokol kesehatan dan pelanggaran pemberitahuan kampanye yang tidak detail dan lengkap, seperti tidak menyertakan alamat titik lokasi kampanye dan metode kampanye yang digunakan. 

"Pelanggaran protokol kesehatan dan pemberitahuan kampanye para paslon yang tidak menyertakan alamat pemberitahuan, minimal kan menyertakan alamat lokasi titik di mana kampanye dilakukan juga menggunakan metode apa," terangnya.

Ditegaskan, surat pemberitahuan kampanye harus menyertakan metode dan lokasi dimana kampanye digelar, sebab ada aturan yang mengatur. Karenanya, dibutuhkan kepatuhan dan ketaatan semua Paslon Bupati Malang dalam mematuhi ketentuan yang berlaku.

" Hampir seluruh paslon itu mengalami krisis kepatuhan terhadap peraturan kampanye,"tegasnya.

Selain itu, lanjut Wahyudi, ada beberapa pelanggaran yang tengah diproses untuk dilakukan penanganan terkait sinyalemen keterlibatan ASN dan Kepala Desa dalam kampanye.

" Yang kami amati di kecamatan dan desa, ada keterlibatan Kepala desa dan ASN dalam berkampanye juga ada yang menyertakan istrinya," urainya.

Padahal, aturan larangan keterlibatan ASN dan Kepala Desa, aparat dan perangkat telah jelas diatur dalam perundang undangan. Ia mencontohkan, pada kampanye yang digelar Selasa (3/11/2020), ASN di lingkungan Pemkab Malang membuat surat tugas bagi perangkatnya untuk memantau kampanye Paslon Bupati Malang di wilayah kecamatan. Indikasinya, kata Wahyudi ada keberpihakan ASN terhadap Paslon tertenru.

"Kalau dipantau ya seluruh palson, jangan paslon tertentu. Apalagi atas nama dan berdasarkan surat tugas dari kecamatan. Ini juga sedang kami kritisi dan klarifikasi. Panwascam kami sudah melakukan pencegahan," beber Wahyudi.

Wahyudi menghimbau kepada seluruh Paslon Bupati Malang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, mentaati kepatuhan peraturan kampanye di masa pandemi serta kepada ASN, Kepala Desa dan perangkat untuk tetap netral dalam masa kampanye sekarang.

" ASN, Kepala desa dan perangkat desa kan sudah memahami Tupoksi masing masing untuk tetap netral," pungkasnya

Sementara, Calon Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku masih sibuk mengikuti kegiatan pengajian.

Dalam kesempatan yang sama Calon Bupati Malang nomor urut 2, Hj Latifah Shohib dihubungi melalui ponselnya tersambung dan diangkat, tetapi hanya terdengar suara orang orang yang berbincang di sekeliling sebelum akhirnya telepon genggamnya ditutup.

Sedangkan Calon Bupati Malang nomor urut 3, Heri Cahyono saat dihubungi melalui ponselnya hanya terdengar nada sambung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00