Pemilih Suspek dan Positif Covid-19 pada Pilbup Malang Tak Perlu Datang ke TPS

KBRN, Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang akan mendatangi rumah pemilih yang terindikasi suspek dan positif terkonfirmasi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) untuk memberikan hak suara dalam Pilkada Kabupaten Malang 9 Desember mendatang.

Sehingga, pasien suspek dan terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di Kabupaten Malang tidak perlu datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam memberikan hak pilihnya. 

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika menjelaskan, anggota KPU Kabupaten Malang nanti yang akan datang dari rumah ke rumah. Kata dia, pasien positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri cukup di rumah saja dalam menentukan paslon yang dipilih.

"Nanti dua anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara; red) dan juga satu saksi akan langsung datang ke rumah pasien yang sedang isolasi. Jadi tidak perlu keluar rumah datang ke TPS. Ya tujuannya pasti untuk meminimalisir penularan," ungkap Mahardika, Senin (12/10/2020).

Ia mengatakan, KPU Kabupaten Malang telah menyiapkan dua orang anggota PPS dan satu orang saksi yang akan berkunjung dari rumah ke rumah pasien positif dan suspek Covid-19 pada pukul 12.00 wib, pada hari pencoblosan nanti.

"Ketika sudah sepi di TPS dan mau berakhir. Jadi tidak kebingungan. Kalau pagi kan masih sibuk banyak yang datang ke TPS," terangnya.

Sebab itu, pihaknya akan menganggarkan pengadaan baju hazmat untuk dua anggota PPS dan satu saksi. Tujuannya untuk meminimalisir penularan terhadap anggota PPS dan saksi saat menjalankan tugas.

"Supaya ketika datang dari rumah ke rumah itu aman. Kami akan bekali dengan baju hazmat lengkap. Saat ini masih pengajuan anggaran," jelasnya.

Mahardika mengaku masih mendata dan terus mengupdate jumlah pasien yang diindikasi suspek dan terkonfirmasi positif Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

"Berapa jumlahnya saya tidak tahu. Dan kami perlu koordinasi dengan Dinkes perihal alamat suspek dan pasien positif Covid-19. Karena nanti data ini akan kami berikan ke setiap anggota PPS di desa, juga untuk penganggaran," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00