Pilbup Malang di Tengah Pandemi, Waspadai Disinformasi Hoax tentang Covid-19

KBRN,Malang: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan kepada penyelenggara pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Malang untuk mengantisipasi disinformasi hoax tentang Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di sosial media.

Komisioner KPI, Nuning Rodiyah mengatakan propaganda untuk pemenangan pasangan calon Kepala Daerah dengan informasi hoax di sosial media sangat penting diwaspadai. Terlebih potensi disinformasi hoax tentang Covid-19 di sosial media. 

Dikhawatirkan, disinformasi hoax itu memicu masyarakat pemilih enggan datang ke TPS. Karenanya, penyelenggara pemilu penting mewasdapai hal itu dan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pesta demokrasi di tengah pandemi. " Ada 60 bakal calon Kepala Daerah yang positif, 3 meninggal dunia, dan beberapa penyelenggara juga, ini kan bisa memicu warga tidak datang ke TPS," ungkap Nuning Rodiyah dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kampanye, Hoax dan Ujaran Kebencian di salah satu hotel di kota Malang, Kamis (8/10/2020).

Lanjut dia, informasi adanya Calon Kepala Daerah yang positif Covid-19 itu akan semakin mengerikan bagi masyarakat dan berpotensi tidak datang ke TPS.  Karenanya potensi disinformasi hoax tentang Covid-19 penting diwaspadai bersama.

Dalam Kesempatan yang sama, Nuning juga menjelaskan terkait propaganda pada platform sosial media yang dinilai sebagai media penyebar hoax yang paling tinggi. 

"Sayangnya platform sosial media belum ada pengaturannya," terangnya.

Ditambahkan, data tahun 2019 lalu, saat Pemilihan Legislatif, disnformasi hoax tertinggi terjadi pada bulan April hingga Juni. Kini dalam Pilkada serentak di Kabupaten Malang, dikhawatirkan disinformasi hoax tetap berkeliaran sebelum 9 Desember 2020 ini. Sebab itu, perlu diantisipasi. Nuning juga menyampaikan sejumlah aturan terkait kampanye di media.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00