Cegah Kekerasan dan Perundungan, Polresta Malang Kota Kunjungi Sekolah

KBRN, Malang: Upaya pencegahan kasus kekerasan hingga bullying atau perundungan dilakukan sejak dini. Agar kejadian perundungan berujung kekerasan yang terjadi di Kota Malang dan daerah lainnya tidak terulang kembali. Salah satu upayanya dengan gencar melakukan sosialisasi di sekolah seperti yang dilakukan Polresta Malang Kota. 

Kali ini, kepolisian melakukan sosialisasi di hadapan ratusan siswa SMAN 4 Malang, Senin (24/2/2020). Menurut Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata, kasus perundungan yang menimpa MS (13) siswa SMPN di Kota Malang harus menjadi pembelajaran bagi siswa lainnya. “Untuk itu, harus ada strategi pencegahan kejahatan terhadap anak, maka keluarga, sekolah, dan lingkungan harus lebih peduli pada anak-anaknya,” kata Leo usai menjadi pembina upacara siswa SMAN 4.

Untuk itu, kepolisian juga menjelaskan materi tentang UU PPA Nomor 35 tahun 2013 tentang PPA  perlindungan Perempuan dan Anak. Pasalnya, sampai saat ini perlindungan anak masih tradisional, sehingga negara harus hadir, pemerintah masyarakat, dan keluarga. “Hak anak untuk hidup, pendidikan, perlindungan orang tua, bantuan hukum, serta perlindungan khusus terhadap anak perempuan,” tuturnya.

Ia menegaskan, setiap orang anak dilarang melakukan kekerasan terhadap orang lain ringan. Jika ada yang melakukan kekerasan psikis, penelantaran, kekerasan seksual, maka bisa dikenai ancaman pidana 3-5 tahun. “Apabila ada kekerasan, pelecehan, pemerkosaan terhadap perempuan, tindakan kita harus lawan pelaku indikasi pelaku adalah orang terdekat,” tegas mantan Wakapolrestabes Surabaya ini. 

Pihaknya pun berharap, apabila ada anak di sekolah, di rumah atau di lingkungannya, jangan takut untuk melaporkan kepada orang tuanya, kepolisian dan guru di lingkungan sekolahnya. Sehingga bisa seger dilakukan tindakan penanganan. “Mekanisme penanganan kasus anak adanya laporan, visum Etreverrum, sidik PPA, limpahkan  kejaksaan, dan dilakukan persidangan,” ungkap Leo.

Selain sosialisasi terkait kekerasan anak, kepolisian juga memberikan pemahaman pada siswa terkait pencegahan penggunaan narkoba, pencegahan gerakan radikalisme, serta tertib berlalu lintas dan keselamatan berkendara. ”Tertib berlalulintas mencerminkan budaya bangsa itu sendiri, kami saat melaksanakan razia masih ditemukan siswa SMA di Kota Malang yang ikut balap liar,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00