Cegah Wabah PMK Menyebar, Polisi Sosialisasi Penanganan pada Peternak

KBRN, Malang : Aparat Kepolisian bersama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mengajak peternak sapi untuk bersama sama memerangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebab itu para peternak di Kabupaten Malang diajak koordinasi dan sosialisasi pencegahan dan penanganan PMK. 

"Kami sengaja telah menghadirkan Bapak dan Ibu untuk   membicarakan perihal penanganan penyakit PMK yang saat ini sedang menggejala di beberapa wilayah Jawa Timur," ungkap Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Senin (16/5/2022). 

"Penyakit ini bukan hal baru seperti penyebaran Covid-19. Diindikasikan tidak sampai 0,1 persen penyebarannya dari keseluruhan jumlah hewan ternak di Jawa Timur, " lanjutnya. 

Ia mengaku Pemkab Malang melalui dinas Peternakan bersama TNI-Polri saling bahu membahu menangkal penyebaran virus PMK yang saat ini sudah terindikasi di Kabupaten Malang. Diantaranya di Kecamatan Singosari, Kecamatan Wajak, dan Kecamatan Gondanglegi, juga ada di Kecamatan Ngantang. 

"Kita di sini bersepakat untuk menyelamatkan para peternak hewan, pemilik tempat potong hewan, maupun para konsumen yang ada di wilayah hukum Polres Malang, " terangnya. 

Sementara, menindak lanjuti hal tersebut Pemerintah Kabupaten Malang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/3699/35.07.201/2022 Tanggal 12 Mei 2022 tentang Kewaspadaan Dini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Dalam SE itu berisikan tentang diberlakukannya pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju Kabupaten Malang. Ditutupnya Pasar Hewan sampai batas waktu yang ditentukan.

Menghentikan operasional tempat pemotongan hewan (TPH) milik perorangan dan mengalihkan pemotongan ke rumah pemotongan hewan (RPH).

Tindakan pencegahan dengan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang dan pasar hewan. Serta dilakukannya seleksi ketat penyembelihan atau pemotongan ternak ruminansia pada RPH. 

Ditegaskan, jika ditemukan gejala-gejala pada hewan terinfeksi PMK ini untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan maupun kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar