Kapasitas Wisatawan ke Gunung Bromo Ditambah, Usia Dibatasi

Pertemuan Balai Besar TNBTS dan pengelola wisata terkait reaktivasi Gunung Bromo

KBRN, Malang: Kapasitas kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo ditambah. Jika sebelumnya jumlah kunjungan dibatasi hanya  20 persen atau 739 orang per hari, namun kini diputuskan penambahan jumlah kuota kunjungan menjadi 40 persen atau 1.265 orang per hari. Keputusan penambahan kapasitas wisatawan itu setelah pengelola wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan pemangku kepentingan lainnya menggelar pertemuan pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Rinciannya, untuk site Penanjakan kini 250 orang dari sebelumnya 178 orang, Bukit Kedaluh 129 orang dari sebelumnya 86 orang, Bukit Cinta 42 orang dari sebelumnya 28 orang, Mentigen 150 orang dari sebelumnya 100 orang, dan Savana/teletubies 694 orang dari sebelumnya 347 orang.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kennedie mengungkapkan, keputusan penambahan kapasitas wisatawan itu berlaku mulai Senin (14/9/2020) hari ini. "Para pihak bersepakat untuk bersinergi dan meningkatkan koordinasi  dalam mengawal  reaktivasi wisata Bromo. Pembukaan wisata ke Gunung Bromo ini dilakukan secara bertahap melihat kondisi dan perkembangan Covid-19," kata John.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi oleh Pemda 4 wilayah, TNI/Polri, perwakilan warga dan pengelola wisata menyepakati sejumlah poin penting. Yakni penerapan protokol kesehatan dan SOP harus  diterapkan oleh seluruh wisatawan maupun pengelola wisata. 

"Semua yang berkunjung ke Gunung Bromo wajib memakai masker, dilaksanakan penyemprotan desinfektan secara rutin di sejumlah titik, pengunjung harus menerapkan distancing, membawa surat keterangan sehat, dan melakukan booking online untuk meminimalisir kontak langsung antara wisatawan dan petugas," ujarnya.

Meski kapasitas wisatawan ditambah, namun usia wisatawan dibatasi. Batasan umur untuk pengunjung yaitu minimal usia 10 tahun dan usia maksimal  60 tahun. “Keputusan ini terkait daya tahan tubuh, usia di bawah 10 tahun dan di atas 60 tahun masih rentan daya tahan tubuhnya,” tutur John.

Pihaknya berharap, pada saat booking, pengunjung  membaca dan memahami syarat dan ketentuan yang tertuang dalam SOP. Sehingga protokol kesehatan dapat dilaksanakan. “Mudah-mudahan tidak ada kejadian pengunjung ditolak dan berharap semua bisa memahami SOP kunjungan dalam situasi pandemi ini,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00