Wisata Pantai di Malang Selatan kembali ditutup, Ada Apa?

KBRN,Malang: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang kembali menutup seluruh lokasi tempat wisata Pantai di Malang Selatan sejak kemaren, karena dianggap pengelola wisata Pantai belum maksimal menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19).

" Kami melihat perkembangan selama satu bulan ini bersama Tim Satgas dan rapat bersama semua Muspika pada Jumat (10/7) lalu, diperoleh informasi beberapa pantai buka tetapi tidak menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan," ungkap Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara kepada RRI, Selasa (14/7/2020).

Sehingga tim Disparbud melakukan pengecekan ke lapangan, kata Made, memang banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, mulai dari penyediaan hand sanitizer, memakai masker, jaga jarak, tempat cuci tangan dan banner woro woro di lokasi wisata.

Sebab itu, terhitung sejak Senin (13/7/2020) dikeluarkan surat nomor 556/566/35.07.108/2020 perihal penutupan sementara destinasi pariwisata sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS). Made membeberkan, sambil menunggu pengelola wisata pantai menyiapkan SOP, seluruh wisata pantai di pesisir Malang Selatan sementara ditutup.

" Kalau pengelola wisata sudah siap dengan SOP silahkan membuat surat permohonan pembukaan kembali ke Bupati dan tembusan ke kami, nanti akan dicek oleh Tim Satgas," jelasnya.

Made juga membeberkan,  juga ada tempat wisata yang sebenarnya masih tutup, tetapi dipaksakan oleh masyarakat untuk dibuka. Itupun, tanpa diberikan tiket masuk.

" Kami koordinasikan dengan Satgas dan Pimpinan disarankan untuk ditutup saja karena pengunjung tidak menerima tiket. Kasihan tidak mendapat asuransi kalau terjadi sesuatu," terangnya.

Sementara, Direktur Utama Perum Jasa Yasa, yaitu Perusahaan Daerah pengelola wisata pantai Balekambang dan pantai Ngliyep, M Faiz Wilda mengaku, hingga berita ini diunggah belum menerima surat penutupan wisata pantai tersebut.

"Kami belum menerima surat resminya,  saya masih mengkonfirmasi ke Kepala Dinas Pariwisata, sampai sekarang belum dibalas. Saya malah mengerti dari info di Whatsapp. tidak menerima surat resmi," tegasnya.

Wildan mengatakan, perlu duduk bersama untuk mencari solusi. Tidak sepihak melakukan penutupan seperti sekarang, sebab sesama instansi milik Pemerintah Daerah.

" Maka tolonglah sesama Instansi diajak berdiskusi, kami siap melaksanakan protokol kesehatan," tukasnya.

Wildan menegaskan, selama beroperasi Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari cek suhu tubuh, wajib pakai masker dan sejumlah syarat lain untuk memenuhi protokol kesehatan. Memang lanjut Wildan, pada tanggal 5 Juli lalu, ada beberapa perbaikan fasilitas tempat wisata yang dilakukan untuk melengkapi standart protokol kesehatan.

" Penjual juga sudah memakai masker dan woro woro kepada pengunjung juga sudah kami lakukan," urainya.

Ia mengaku kecewa, wisata pantai ditutup, sebab dianggap perekonomian mulai bangkit, namun kini harus terpuruk kembali akibat kebijakan itu. Apalagi, laut adalah rahmat Tuhan yang diberikan sebagai salah satu solusi obat meningkatkan imun dan pernafasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00