Begini Kondisi Kampung Warna-warni Pasca Ramai Covid-19

KBRN, Malang: Kampung Warna-warni Jodipan, Kota Malang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Jawa Timur. Jika kampung tersebut biasanya dipenuhi wisatawan asing maupun domestik, kini suasana berbeda tampak di kampung tersebut. Hampir setiap sudut dan lorong kampung sepi. Rumah warga yang biasanya menjadi tempat berjualan souvenir ataupun makanan untuk pengunjung juga tampak terutup.

Sepinya aktivitas di Kampung Warna-warni merupakan dampak dari penutupan sejumlah tempat wisata di Malang demi pencegahan virus Corona atau Covid-19. Pantauan RRI, di tiga pintu masuk kampung terdapat tulisan bahwa kampung wisata ditutup pada 17-31 Maret 2020. Sejumlah warga pun berjaga  di setiap pintu masuk untuk menghalau wisatawan yang akan masuk.

“Meski sudah ada pengumuman ditutup, tadi pagi masih ada saja beberapa wisatawan asing atau lokal yang masuk. Terpaksa kami tolak, demi keselamatan. Orang mau masuk ditanya dlu keperluannya, kalau bertamu ke warga boleh, kalau kunjungan wisata ditolak,” kata salah seorang warga, Boekat, Selasa (17/3/2020). 

Menurut Boekat, penutupan wisata kampung hingga beberapa hari ke depan memang  berdampak pada perekonomian warga. Tak bisa dipungkiri, sebagian warga yang tinggal di kampung warna-warni memang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisata. “Warga menyadari, mau gimana lagi, kita harus pandai-pandai berhemat. Yang ditutup tidak hanya kampung warna-warni, tetapi hampir semua tempat wisata,” ungkapnya.

Kendati begitu, warga setuju dengan kebijakan pemerintah untuk meminta warganya sementara berdiam diri di rumah dan menghindari keramaian. Pasalnya, tak hanya wisatawan domestik yang kerap berkunjung ke kampung ini, namun banyak jiag wisatawan asing yang berwisata di tempat itu.  ”Saya setuju saja dengan penutupan ini, karena imbauan dari pemerintah. Juga menghindari virus Corona,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00