Akibat Covid-19, Sektor Pariwisata di Kota Malang Lesu

KBRN, Malang: Penyebaran virus Corona atau Covid-19 berpengaruh terhadap sector pariwisata di Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kota Malang. Jumlah wisatawan khususnya dari mancanegara yang berkunjung ke Kota Malang dinilai mengalami penurunan akhir-akhir ini. Padahal, selama ini Kota Malang memiliki daya tarik bagi wisatawan asal Eropa sebagai salah satu daerah destinasi wisata sejarah di Jawa Timur.

“Jumlah wisatawan secara keseluruhan jelas menurun, banyak orang yang takut berpergian karena virus Corona,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Dwi Cahyono, Senin (9/3/2020).

Pihaknya menyambut baik upaya pemerintah memberikan diskon 50 persen selama tiga bulan untuk tiket pesawat yang menuju ke 10 destinasi wisata di Indonesia, yakni Denpasar, Batam, Bintan, Manado, Yogyakarta, Labuan Baju, Belitung, Lombok, Danau Toba dan Malang. Pemerintah juga mendorong adanya insentif pajak hotel dan restoran untuk 10 destinasi tersebut.

“Kami menyambut baik upaya pemerintah pusat untuk memberikan intensif dan diskon pesawat. Dari daerah, para pelaku pariwisata juga harus menyiapkan satu paket keseluruhan wisata yang menarik,” tutur pria yang juga pengelola museum Panji Malang ini.

Sebab, sambung Dwi, kebijakan pemerintah pusat akan percuma jika di daerah tidak ada upaya lebih untuk menarik wisatawan. Sehingga banyak strategi yang dilakukan untuk menarik kunjungan wisata dan memberikan pemahaman pada masyarakat agar tidak khawatir berpergian.

“Di Malang kita juga akan gandeng beberapa wilayah bersama-sama untuk mengatasi masalah ini. Meski tiket pesawat diturunkan 50 persen tidak akan berdampak signifkan kalau orang takut bertemu bandara. Pengeloola parwisata harus berupaya, kalau ngak gitu akan jatuh bersama-sama nantinya,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00