Car Free Month, Pengunjung Gunung Bromo Dilarang Pakai Kendaraan Bermotor 

KBRN, Malang: Wisatawan siap-siap untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor dalam momen Car Free Month atau bulan bebas kendaraan bermotor yang rencananya akan diterapkan di wisata Bromo. Hal itu setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) selaku otoritas pariwisata di kawasan Bromo dengan sesepuh masyarakat Tengger dan penyedia jasa pariwisata.

Bulan bebas kendaraan bermotor ini akan diberlakukan sejak 24 Januari mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 24 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. Aturan ini diterapkan ppada bulan ketujuh kalender Masyarakat Tengger atau wulan kepitu kawasan wisata Bromo Tengger.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengatakan, meski bebas dari asap dan bunyi bising kendaraan bermotor. Wisata Bromo tetap dibuka seperti biasa. Hanya saja, aktivitas wisata harus menggunakan kuda. Pengunjung pun wajib menggunakan kantong kotoran kuda. "Selain kuda wisatawan boleh berepeda, memakai tandu atau berjalan kaki,"  kata John, Jumat (10/01/2020).

Batas kendaraan tidak diperkenankan masuk ke Kaldera Tengger atau Bromo dan sekitarnya diberlakukan sejak, pintu masuk Coban Trisula, Kabupaten Malang, pintu masuk Jemplang, Senduro, Kabupaten Lumajang. Pintu masuk Tengger Lautan Pasir, di Cemorolawang Kabupaten Probolinggo dan Pintu masuk Resort Gunung Penanjakan Wonokitri, di Pakis Bincil, Kabupaten Pasuruan. "Tetapi jika untuk kepentingan Dinas Pemerintahan yang bersifat kegawat daruratan dan patroli pemantauan kawasan, dapat menggunakan kendaraan bermotor," ujarnya.

"Selama kebijakan, akan dilakukan pengamanan bersama di pintu-pintu masuk. Dengan dukungan personil dari Balai Besar TNBTS, Perwakilan adat Masyarakat Tengger, TNI, Polri dan Mitra Balai Besar TNBTS," imbuhnya.

Ia menambahkan, Wulan Kepitu adalah bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger. Di bulan tersebut, sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger menganggap sebagai bulan yang disucikan. "Dalam adat mereka, warga Tengger melakukan ibadah megengan wulan kepitu serta puasa mutih. Tujuannya untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan sang Maha Pencipta," ungkapnya.

Sebagai rasa hormat atas megengan wulan kepitu, maka aktivitas dikawasan Kaldera Tengger mulai daei Laut Pasir, Bromo, Savana dan sekitarnya tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermotor. "Ini merupakan salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu penghormatan terhadap adat atau budayamasyarakat Tengger. Sekaligus merupakan momentum untuk memulihkan ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00