PHRI : Sinergitas Seluruh Elemen Bisnis Pariwisata Mutlak Diperlukan

KBRN, Malang : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendorong kalangan pengusaha hotel di Jawa Timur untuk ikut aktif mengembangkan potensi pariwisata daerah masing-masing agar sejalan dengan upaya meningkatkan kinerja okupansi hotel.

Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani mengatakan saat ini hotel tidak bisa berdiri sendiri dan melakukan promosi seorang diri melainkan perlu bersama-sama dengan pemerintah untuk menghidupkan atau mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya, " PHRI sekarang lingkupnya tidak cuma mengurusi hotel dan resto tapi aktif mengembangkan wisata di wilayah masing-masing. Kalau wisatanya berkembang, otomatis hotel ikut berkembang, karena kalau wisata tidak berkembang, maka hotel akan mengalami penyusutan, " ujarnya.(10/12/2019).

" Jatim terlalu penting jika dibiarkan lantaran memiliki banyak potensi wisata daerah yang sangat besar. Untuk itu, kami meminta agar pemerintah memberikan dukungan dalam pengelolaan dan pengembangan wisatanya, " katanya lebih lanjut

Selain itu, ucapnya, hotel dan restoran selama ini telah aktif membayar pajak daerah sehingga diharapkan dari pajak tersebut pemerintah mengembalikannya dalam bentuk promosi pariwisata, " Mungkin juga ada program-program potensial lain yang bisa dikerja samakan antara pengusaha hotel ini dengan pemerintah untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya melalui event-event internasional," imbuhnya.

Ketua PHRI Jatim terpilih, Dwi Cahyono menambahkan dalam kepengurusan PHRI 2019 hingga 2024 ini, ke depan pengusaha hotel di Jatim punya agenda untuk memajukan sektor pariwisata termasuk dari segi kunjungan wisatawan mancanegara, "Kalau dulu Jatim menargetkan bisa mendatangkan 1 juta wisatawan, itu bukan tugas destinasi wisata saja, tapi juga tugas perhotelan untuk support, "katanya.

Selain itu, katanya, pengusaha juga akan berupaya agar terjadi pemerataan perhotelan mengingat di Jatim masih ada dearah yang over supply kamar hotel, dan ada daerah yang masih kekurangan akomodasi ketika pariwisatanya mulai berkembang, " Banyak PR yang harus dikerjakan ke depan, dan kami akan menyusun program jangka pendek, menengah dan jangka panjang, " pungkas Dwi.(Van)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00