2 Tahun Tutup, Pemandian Alam Banyubiru Kembali Dibuka untuk Umum 20 Juni Ini

Meski dibuka, namun yang dibuka hanya Pemandian alamnya saja. Untuk Pemandian buatan masih ditutup karena proyek pembangunan menuju Wisata Halal

KBRN, Pasuruan : Setelah dua tahun lebih ditutup untuk umum, Pemandian Alam Banyubiru kembali akan dibuka. Dibukanya kembali Banyubiru seperti yang disampaikan oleh Bupati Pasuruan, Dr HM Irsyad Yusuf SE.MMA melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Eka Wara Brehaspati.

Menurutnya, Banyubiru akan dibuka untuk umum mulai 20 juni mendatang. Namun ia menegaskan bahwa yang dibuka hanya pemandian alamnya saja. Sedangkan yang lainnya masih ditutup.

"Insya Allah akan kembali dibuka per tanggal 20 juni mendatang. Tapi bukan semuanya yang dibuka, namun hanya pemandian alamnya saja," kata Eka saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/06/2022) siang.

Dijelaskannya, beberapa hari belakangan pihaknya mulai melakukan persiapan. Mulai dari pengecekan fasilitas seperti toilet hingga fasilitas yang lain.

Pengecekan dilakukan karena Banyubiru lama tidak dibuka. Terutrama untuk memastikan kelayakannya. Sehingga saat dibuka nanti, sudah siap dan tidak mengecewakan pengunjung.

"Jadi kami siapkan dulu. Sebab, untuk pembukaan kan tidak bisa langsung gitu saja. Harus benar - benar disiapkan," terangnya.

Lebih lanjut Eka menegaskan bahwa Pemandian buatan masih ditutup. Sebab ada pengerjaan pembangunan guna menuju wisata halal. Sehingga dilakukan penyekatan hingga nanti saat waktunya pembukaan.

"Sudah disekat. Ini mulai dilakukan. Kami berharap sampai nanti dibuka sudah selesai semua," tuturnya.

Sementara itu, saat ditanya berapa persen persiapannya. Eka mengaku, belum bisa mempresentasekan kesiapan yang dilakukan. Sebab, bukan hanya kesiapan tempat. Tetapi, kesiapan sarana dan prasarananya. Termasuk protokol kesehatan.

"Ini kan masih pandemi. Jadi kami siapkan juga protokol kesehatan. Petugasnya juga, tiketnya juga. Jadi semuanya kami siapkan," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar