Warga Tengger Konsisten Budidayakan Bunga Keabadian

KBRN, Malang : Warga Tengger yang tinggal di lereng Gunung Bromo dan Semeru masih konsisten membudidayakan bunga Edelweis atau biasa disebut bunga keabadian. Bahkan warga Tengger telah mendirikan kelompok tani bernama Hulun Hyang sejak tahun 2017 silam. Kelompok tani ini memiliki semangat agar bunga ini  bisa dikembangkan. Sehingga masyarakat tidak mengambil di gunung. Lokasi budidaya di Wonokitri, Tosari, Pasuruan ini diberi nama Taman Edelweis.

Selama ini, Edelweis tidak hanya untuk dilindungi, tetapi menjadi sarana upacara bagi warga Tengger. Salah satunya dibutuhkan di setiap kegiatan adat warga Tengger, seperti Yadnya Kasada, Yadnya Karo dan lainnya.

Ketua Kelompok Tani Hulun Hyang, Teguh Wibowo mengungkapkan, bunga ini sebenarnya tersebar di hutan yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sebelum dibudidayakan, warga berburu edelweis ke hutan atau gunung untuk melakukan upacara adat. Namun bunga ini berstatus dilindungi. Seiring berjalannya waktu jika edelweis terus dipetik tanpa dilakukan konservasi justru mematikan kelestarian bunga itu sendiri. 

"Semangat konservasi ini awalnya digawangi oleh 7 orang. Kemudian jumlahnya bertambah terus, saat ini ada setidaknya 30 warga terlibat aktif dalam budidaya Edelweis. Dari 30 orang itu, 18 laki-laki dan 12 perempuan. Tugasnya melakukan pembibitan, merawat tanaman, memanen edelweiss, mengelola kafe Taman Edelweis hingga membuat kerajinan dari edelweis," ujar Teguh, Jumat (3/12/2021).

Menurutnya, pembentukan kelompok tani ini awalnya bukan untuk wisata, tetapi demi melestarikan tanaman konservasi bunga edelweis. Resmi secara hukum dan memiliki izin untuk budidaya dari KSDA jatim tahun 2018. Setelah mereka memiliki izin, 8 bulan yang lalu Taman Edelweiss resmi beroperasi berkat dukungan sejumlah pihak. Balai Besar TNBTS berkontribusi aktif dalam pengembangan budidaya bunga abadi. Ada tiga jenis edelweiss yang dikembangkan, pertama Anaphalis Javanica atau Edelweiss Jawa, Anaphalis Longifolia, dan Anaphalis Viscida. 

"Ketiga jenis bunga ini adalah replika yang ada di kawasan (TNBTS). Taman Edelweiss ini memiliki luas 1.196 meter persegi. Jadi edelweiss ini sangat penting, untuk kebutuhan adat satu keluarga itu minimal 1 tangkai edelweiss. Kalau tidak disiasati kan ini bisa mengancam edelweis di wilayah konservasi. Saat ini kalau butuh tinggal mengambil di Taman Edelweis," katanya. 

Taman Edelweis Wonokitri adalah satu-satunya tempat resmi membeli bunga abadi ini. Pengunjung yang datang cukup membeli voucher seharga Rp10 ribu bisa ditukarkan kopi atau teh. Lalu juga dijual souvenir dari bunga edelweiss harganya mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. 

"Baru dibuka April kemarin jumlah kunjungan tertinggi Oktober kemarin sebanyak 3.392 wisatawan dengan omzet per bulan Rp 50 juta. Beli souvenir termasuk ikut serta dalam konservasi dan melestarikan budaya. Souvenir dari bunga edelweiss tidak akan rusak sampai 10 tahun lebih untuk itu dinamakan bunga abadi," tutur Teguh.

Teguh menambahkan, tak hanya peningkatans ektor wisata, hasil dari budidaya edelweiss juga dilakukan dengan penanaman massal di Bukit Cinta yang ada di area Gunung Bromo. Setiap tahun mereka menyebar bibit edelweiss agar tumbuh di habitat asal. Karena selain untuk adat, semangat budidaya edelweiss untuk konservasi baru yang terakhir adalah wisata. 

"Pada tahun 2020 sebanyak 650 bibit kita sebar, di 2021 ini hanya 220 bibit, tahun depan dengan perkembangan saat ini sebanyak 2.000 bibit akan kita sebar di bukit cinta," ungkapnya. 

Tak hanya itu, mereka juga memiliki konsep unik bernama adopsi. Hanya dengan Rp 250 ribu pengunjung bisa memiliki bibit edelweiss. Nantinya bibit ini akan dirawat, dipupuk hingga berbunga. Setelah berbunga, pemilik akan dihubungi. Untuk melihat edelweis adopsi ke Wonokitri atau mengirim bunga yang sudah siap panen ke rumah bapak asuh edelweiss.

"Tokoh yang sudah melakukan adopsi edelweiss ini antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mereka adopsi satu pohon. Setelah panen nanti akan dikabari mau melihat kesini atau dikirim," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar