Pengunjung Wisata Bromo Dibatasi 25 Persen dari Kapasitas

KBRN, Malang : Pengunjung wisata alam Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kini dibatasi dengan kapasitas maksimal 25 persen. Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 tahun 2021 tanggal 29 November 2021 terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, level 2, dan level 1 Covid-19 di wilayah Jawa Bali.

"Dengan kebijakan itu, maka objek dan daya tarik wisata alam dibatasi  25 persen, sertab wajib menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Pengunjung juga diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," kata Plt. Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, tiket kunjungan wisata alam dapat diakses secara online pada alamat www.bookingbromo.bromotengenggersemeru.org, untuk sejumlah site lokasi wisata. Kebijakan ini berlaku mulai 30 November 2021.

"Dengan pembatasan kuota 25 persen itu, rinciannya untuk kuota Site Bukti Cinta 31 orang per hari, site Bukit Kedaluh 107 orang per hari, site Penanjakan 222 orang per hari, site Mentigen 55 orang per hari, site Savana Teletubbies 319 orang per hari," paparnya.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS, Sarif Hidayat mengimbau pengunjung dan pengelola jasa wisata mematuhi keputusan ini.

"Pengumuman ini untuk menjadi perhatian kepada masyarakat, pengunjung dan pihak-pihak terkait. Kami juga berpesan agar terkait sampah, jangan membuang sembarangan di site poin lokasi wisata," imbaunya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BMKG terkait iklim dan cuaca. Selama pembukaan obyek wisata ini, juga dilakukan penjagaan di pintu masuk untuk melakukan monitoring penerapan pembatasan kuota tersebut.

"Kami berusaha seoptimal mungkin melakukan pemantauan dan pengecekan di pintu masuk, termasuk monitoring di Savana dengan menempatkan personil di lokasi tersebut," tandas Sarif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar