Pengunjung Istana Gebang Kota Blitar Dibatasi Hanya 25 Orang

KBRN, Blitar : Sejumlah tempat wisata di Kota Blitar sudah dibuka sejak beberapa minggu lalu, salah satunya di Wisata Makam Bung Karno dan Istana Gebang. Sejak diperbolehkan dibuka kunjungan wisata di dua lokasi tersebut mengalami peningkatan. 

Kepala Bidang Pengelola Kawasan Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Heru Santoso mengatakan, perkembangan saat ini jumlah pengunjungdi Istana Gebang rata rata per hari 100 orang. Biasanya, pengunjung yang datang ke Makam Bung Karno juga akan mengunjungi Istana Gebang. 

"Kalau di MBK ada kenaikan jumlah pengunjung, maka di Istana Gebang juga ada kenaikan. Meskipun jumlah kenaikan pengunjung tidak sama," jelas Heru Santoso, Senin (18/10/2021).

Menurut Heru, jumlah pengunjung di Istana Gebang dibatasi hanya 25 orang, artinya bagi pengunjung lain harus antri terlebih dahulu di balai kesenian di sebelah barat Istana Gebang. Setiap 25 orang yang memasuki Istana Gebang diberikan waktu kurang lebih 25 menit, baru kemudian pengunjung lain diperbolehkan masuk. 

"Jadi dibagi beberapa sesi bagi pengunjung yang masuk ke Istana Gebang yakni hanya 25 orang, kalau mereka sudah selesai baru pengunjung lain boleh masuk," ujar dia. 

Diakui Heru, untuk aturan yang diberlakukan ketika memasuki kawasan Istana Gebang meliputi wajib melakukan barcode aplikasi Peduli Lindungi atau bisa menunjukan kartu vaksinasi Covid 19, kemudian wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, bagi pengunjung anak diperbolehkan masuk dengan pendampingan orang dewasa yang telah menjalani vaksinasi. 

"Jadi, syaratnya itu sama dengan tempat wisata lain, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat, wajib barcode aplikasi Peduli Lindungi dan lain lain," terang dia. 

Lebih lanjut Heru menambahkan, setiap akhir pekan pengunjung yang datang dari lokal. Sedangkan pada hari hari biasa justru pengunjung yang datang dan bermalam di Kota Blitar berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan lain lain. 

"Kalau waktu weekend pengunjung yang datang itu dari lokalan saja, tetapi kalau hari hari biasa justru dari luar daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan lain lain," imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00