Penuhi Kekurangan RTH, Pemkot Malang akan Revitalisasi Taman Merjosari

Alun-alun tugu Kota Malang, Taman Kota sekaligus berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH)

KBRN, Malang : Pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang saat ini masih belum memenuhi ketentuan yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dalam aturan itu mengatur bahwa sebuah daerah harus memiliki setidaknya 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat

Menjawab hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan berupaya mengoptimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yaitu dengan menambah RTH dalam waktu dekat.

“RTH kita masih sekitar 11 persen untuk  publiknya ini sedang kita upayakan,” ungkap Kepala DLH, Wahyu Setianto, Kamis (17/06/2021).

Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) ini mengungkapkan, DLH tak hanya mengupayakan bertambahnya RTH. Namun optimalisasi juga dari segi perawatannya, yaitu dengan melakukan merevitalisasi atau mempercantik RTH yang sudah ada. Salah satunya adalah RTH Taman Merjosari.

“InsyaAllah dalam waktu dekat akan dipublikasikan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dilelangkan,” sambungnya.

Dijelaskan Wahyu, taman yang berlokasi di Kecamatan Lowokwaru tersebut menelan anggaran Rp 4,2 miliar. Anggaran tersebut untuk revitalisasi Taman Merjosari murni dari APBD. Halniti berbeda jika dibandingkan dulu yang masih ada CSR dari pihak swasta.

Sedangkan untuk konsep taman itu, lanjutnya, tetap mengusung konsep taman edukasi dan lebih bagus,  diharapkan setelah dipoles, taman akan makin asri dan nyaman.

“Disana kita sediakan tempat parkir juga dan taman akan lebih bagus,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00