Kaya Asam Glutamat, Kulit Udang Bisa Jadi Penyedap Rasa Alami

KBRN, Malang: Limbah kulit udang kerap dijadikan pakan ternak, namun tak jarang dibuang begitu saja. 

Padahal di balik itu, kulit udang punya kandungan asam glutamat. Kandungan itu mampu memberikan rasa gurih dan bisa diubah menjadi penyedap alami makanan. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Nur Sriwijayanti, Dwi Rahma Sari, Julvian Ade Saputra, Achmad Naufal, dan Alvin Arfiyan Syah ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah kulit udang sebagai penyedap rasa alami. Program ini dilakukan di Jalan Pahlawan, Dampit dan Jurang Wugu, Wagir Kabupaten Malang.

Nur Sriwijayanti, ketua kelompok menjelaskan, awalnya ia melihat bahwa limbah udang di daerah tersebut begitu melimpah namun tidak ada upaya pemanfaatan yang maksimal. “Apalagi di wilayah tersebut berdiri pabrik pengolah frozen food. Limbah yang dihasilkan biasanya dijual ke masyarakat sekitar untuk pakan ternak, khususnya bebek. Tidak jarang juga langsung dibuang begitu saja,” kata Nur, Sabtu (23/1/2021).

Melihat kondisi itu, mahasiswa berinisiatif untuk memanfaatkan limbah itu menjadi penyedap rasa. Ide itu muncul setelah mereka berdiskusi dan membaca berbagai literatur yang menyatakan bahwa kulit udang memiliki kandungan asam glutamat.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk melakukan inovasi ini. Mulai dari percobaan pembuatan penyedap dari kulit udang hingga pendampingannya,” tuturnya.

Dalam prosesnya, mahasiswa asli Malang tersebut mengaku mendapati beberapa kendala, khususnya saat melakukan sosialisasi pada warga setempat. Terbatasnya teknologi dan sulitnya sinyal menjadi akar permasalahannya. 

“Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga jarang yang memiliki telepon genggam sehingga menyulitkan proses sosialisasi,” kata dia.

Meski begitu itu berharap temuan ini mampu memberikan solusi terhadap limbah kulit udang yang selama ini hanya terbuang. Adapun ide dan inisiatif yang mereka lakukan ini sudah pernah dikirimkan ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Mereka mampu mencapai tahap pendanaan dan sudah melaksanakannya dengan baik.

“Selain sebagai usaha mengubah limbah juga menjadi pemberdayaan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00