Arema FC Desak Mabes Polri Keluarkan Ijin Kompetisi

KBRN, Malang: Managemen Arema FC mendesak Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri) agar segera mengeluarkan ijin digelarnya pertandingan sepakbola, karena berdampak kepada kelangsungan hidup operasional klub. Selain itu juga berdampak bagi para pekerja di sepakbola. 

"Klub telah berusaha untuk menjalankan aturan protokol kesehatan dalam segala aktifitasnya, termasuk kesiapannya menyambut digulirnya kembali kompetisi," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Arema FC, Ir.  R. Agoes Soerjanto, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, hampir setahun kompetisi sepakbola dihentikan, karena alasan Covid-19, namun klub Arema FC tetap berusaha bertahan dengan menjalankan operasional klub kebanggaan warga Malang Raya agar tetap eksis di dunia olahraga.

“Sekali lagi kami mohon agar kepolisian segera memikirkan untuk mengeluarkan ijin resmi pertandingan. Kami juga sangat berharap kompetisi resmi bisa digelar dengan tetap menjaga ketat protokol kesehatan. Karena itu, dalam program berlatih hal itu sangat diperhatikan dan dijalankan,” tegasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Malang yang telah mengingatkan kepada jajaran Manajemen Arema FC terkait gelaran latihan bersama dengan Madura United yang digelar Rabu (21/10/2020) lalu, dalam menjaga kepatuhan protokol kesehatan. 

Latih bersama digelar menjadi bagian dari program pelatih yang meminta kepada manajemen agar digelar sesi games untuk menguji kemampuan tim, sehingga manajemen memenuhinya. 

Sebelumnya, Arema FC telah melakukan latihan bersama dengan klub klub lain di seputar Malang Raya, termasuk dengan klub Arema FC U-20. Tujuannya, untuk mengasah hasil program latihan yang dilakukan secara ketat sejak Agustus 2020 lalu.

"Maka dibutuhkan latih tanding bersama klub yang memiliki kemampuan yang sama, salah satunya dengan Madura United itu," terangnya.

Dikatakan, program yang digelar hanyalah sifatnya internal dan tertutup, serta pengawasan ketat dokter masing masing klub dalam menjalani kepatuhan protokol kesehatan, sebab itu kedua klub sepakat untuk melakukannya.

 “Karena sifatnya hanya latihan bersama seperti biasa digelar, kami tidak melakukan sosialisasi ke pihak luar manapun. Karena memang hanya latihan seperti biasanya, dan stadion selalu kita minta pengelola menutupnya dari akses umum,” ujarnya.

Ia melanjutkan, terkait penyiaran melalui streaming atas jalannya latih tanding melalui akun resmi klub adalah bagian dari upaya memberikan hiburan kepada Aremania, sebab hampir delapan bulan tidak menikmati hiburan sepakbola dengan datang ke stadion. 

“Mereka harus dibiasakan menikmati sepakbola di rumah. Selama Covid masih mewabah, maka mereka harus stay home, tidak boleh datang ke stadion, maka sebagai upaya menebus kerinduan mereka untuk tahu perkembangan klub yang mereka banggakan, maka disuguhkan live streaming. Sekaligus ini untuk membuktikan kepada semua pihak, bahwa Aremania sangat patuh dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Pria yang juga menjabat Waketum GM FKPPI itu menegaskan, pihaknya tidak ada upaya untuk menggelar pertandingan sepakbola dengan maksud untuk mengundang anima. Apalagi sampai melanggar ketaatan dan kepatuhan protokol kesehatan. 

“Murni ini untuk menjalankan program latihan yang telah disusun pelatih, dan dilakukan ketat dengan protokol kesehatan. Semua pemain telah menjalani swab, sebelum main ada alat pengukur suhu, juga diawasi langsung oleh dokter kedua klub. Namun bagaimanapun, kami sampaikan teirma kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengingatkan kami agar menjaganya,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00