Papala's Malang Bangkitkan Kembali Panjat Tebing

KBRN, Malang: Pemerintah Indonesia di masa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) menjadikan olahraga sebagai kegiatan wajib untuk meningkatkan imun tubuh melawan virus corona. Banyak pilihan olahraga bagi Masyarakat, mulai olahraga berkelompok hingga individu. Sayangnya olahraga, masih dianggap sebagi kegiatan berkeringat dan belum dianggap sebagi jembatan prestasi, khususnya bagi anak-anak. Di tengah masyarakat Kota Malang, olahraga populer yang sering dilakukan diantaranya Sepakbola, Basket, Karate,  Bersepeda, Sepatu roda, dan Badminton, serta sejumlah jenis olahraga lain.

"Padahal, Kota Malang juga pernah memiliki prestasi tinggi di olahraga non populer yakni panjat tebing," ungkap Pelatih dan anggota Papala's Malang, Dedy Setiawan kepada RRI, Minggu (18/10/2020).

Menurutnya, 10 tahun lalu, Malang di Panjat Tebing masih sangat disegani di Jawa Timur hingga tingkat nasional. Bahkan, sempat menembus Asia, tetapi sekarang semua seolah tinggal cerita saja. Ia mengatakan, Kota Malang sebagi Kota pendidikan dinilai banyak kampus yang memiliki wall climbing, begitu juga Kabupaten Malang dengan lembah kera-nya sebagai lembah climbing yang terkenal se-antero Jawa Timur dan Nasional.

"Sebenarnya untuk regenerasi di Malang Raya sangat baik, namun sayangnya masih minim peran federasi dalam pengembangan olahraga ini, harapan kami seharusnya di Kota Malang dengan kampus yang memiliki wall climbing bisa membuat kompetisi untuk usia 7-19 tahun, semata untuk membangkitkan malang sebagai gudang atlet panjat tebing," jelasnya.

Untuk informasi, kompetisi Panjat Tebing di Malang sebelum pandemi dilakukan satu tahun sekali, baik di Kota Malang atau Kabupaten Malang. Sedangkan hingga saat ini di masa pandemi, tidak ada kompetisi sama sekali, jelang berakhirnya tahun 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00