Ada Temuan BPK pada Pembangunan GOR senilai Rp 12 Miliar di Kabupaten Malang

KBRN, Malang: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang menyebut ada kelebihan bayar pada pembangunan Gedung Olahraga (GOR) senilai 12 miliar yang ada di areal luar stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

 

Kelebihan bayar itu diketahui setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kegiatan pembangunan GOR tersebut.

 

" Ada kelebihan biaya dalam pembangunan,tapi  sudah dipenuhi oleh kontraktornya," ungkap Kepala Dispora Kabupaten Malang, Atsalis Suprianto, Kamis (8/10/2020).

 

Menurutnya, audit BPK itu melihat dari sisi kekuatan bangunan, namun lanjut dia, sudah dikomunikasikan dengan kontraktor terkait adanya kelebihan biaya dengan kondisi bangunan seperti saat ini.

 

"Ada kelebihan bayar sekitar Rp 76 juta an," terangnya.

 

Disinggung kelebihan bayar itu apakah ada dugaan pengurangan volume bangunan? Atsalis menjelaskan dirasa tidak ada pengurangan volume dari spesifikasi yang diajukan dari pihak konsultan dan dilaksanakan oleh PT KIM. 

 

" Cuma hasil audit BPK yang diklarifikasi oleh PT KIM selaku kontraktor perhitungan selisihnya dimana itu yang kami tidak tahu," bebernya.

 

Untuk diketahui pelaksana pekerjaan pembangunan GOR itu dilakukan oleh PT Kontruksi Indonesia Mandiri (KIM). Hingga kini, pembangunan GOR telah menghabiskan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sejak tahun 2019 itu belum selesai.

 

Bahkan, tahun 2021 mendatang akan kembali diusulkan oleh Dispora untuk merampungkan pembangunan gedung. Besaran anggaran yang diusulkan tahun depan sebesar Rp 23 miliar.

 

" Ya tahun depan akan kami usulkan kembali sekitar Rp 23 miliar, untuk finishing," jelasnya.

 

Sementara Direktur PT KIM, Agus Susanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh RRI terkait temuan BPK masih belum memberikan jawaban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00