Tak Lolos Liga 3 Jatim, Pendukung Persekabpas Datangi Bupati Pasuruan

Bupati Irsyad Yusuf ketika menjawab keluh kesah supporter Sakera Mania di Stadion Pogar, Bangil

KBRN, Pasuruan : Meski tak lolos Liga 3 Jatim, Sakera Mania (sebutan untuk para supporter Persekabpas (Persatuan Sepakbola Kabupaten Pasuruan) berharap agar Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) dapat membangkitkan The Lassak yang pernah berjaya di era 2006 silam.

Harapan ini disampaikan oleh Komet, Koordinator Sakera Mania saat bertemu Gus Irsyad di sela-sela latihan sepakbola bersama Persekabpas Vs Maslahat FC di Stadion Pogar Bangil, Selasa (07/12/2021) pagi.

Menurutnya, kekalahan Persekabpas hingga tak lolos Liga 3 Jatim menjadi sebuah PR yang harus segera dicarikan solusinya. Untuk itu, ia menyarankan 3 hal penting, yakni perombakan manajemen, swastanisasi club dan pembibitan.

Dalam hal manajemen, Komet menilai selama dua periode, manajement Persekabpas masih dipegang orang-orang lama yang tak kompeten. Sebagai solusinya, ia berharap Bupati bisa menggantinya dengan banyak pihak yang lebih mumpuni dan royal pada tim.

"Sejak dari awal, sudah digembor bolak-balik bahwa penggantian manajemen harus segera dilakukan. Dua periode tetap seperti itu, makanya kemarin sudah bulat, yakni diganti total. Kalau tetap saja seperti ini, apapun ya seperti itu. Banyak pengurus dari kakak pemain atau ex, atau pengamat bola, juga banyak yang lebih paham dan royal pada tim," katanya.

Perihal swastanisasi, Komet menyebut bahwa sepak bola di masa kini harus menjadi sebuah industri. Dalam artian, untuk bisa menembus Liga 2, setiap club sepakbola harus sudah menjadi PT (perseroan terbatas), sehingga mau tak mau harus mencari sponsor yang menyokong tim itu sendiri,.

"Kita nggak berandai-andai pada Liga 2 dulu. Kita benahi semuanya, kita cari sponsor yang banyak dan mau untuk bisa menyokong Persekabpas. Karena sudah saatnya tim sepakbola harus jadi PT, dan kami yakin Pak Bupati bisa melakukannya," terangnya.

Sedangkan masalah pembibitan, Komet menyampaikan, meskipun ada 50 club internal di bawah Persekabpas. Namun apabila tidak dibarengi dengan kompetisi yang dilakukan secara intens, maka mustahil akan bisa menemukan bibit-bibit muda yang bisa menjadi tumpuan Persekabpas.

"Kalau hanya internal tapi tidak ada kompetisi, darimana ada kader atau bibit mudanya. Harus sering kompetisi dengan menggandeng pihak lain yang mau mensupportnya," singkatnya.

Sementara itu, menanggapi permintaan Sakera Mania, Gus Irsyad menegaskan akan merombak manajemen Persekabpas di tahun 2022 mendatang. 

"Saya apresiasi Mas Komet dan kawan-kawan yang datang untuk bisa menyampaikan uneg-unegnya. Yang jelas, perombakan akan saya lakukan di tahun depan," tegasnya.

Diungkapkannya, para pemain sudah berjuang-mati matian ketika melawan Persatu Tuban. Namun, takdir berkata lain, sehingga Persekabpas kalah dan dinyatakan tidak lolos Liga 3 Jatim. 

Oleh karenanya, ke depan, musyawarah besar akan segera dilakukan. Termasuk mencari sponsorship yang bisa mensupport Persekabpas. Mulai dari transfer pemain, gaji pemain sampai hal teknis lainya. Kata Gus Irsyad, APBD Kabupaten Pasuruan sangat terbatas, terlebih selama Pandemi, refocusing anggaran wajib dilakukan, sehingga mau tidak mau, anggaran difokuskan pada kegiatan penanganan Covid-19.

"Sepak bola memang butuh manajemen dan pengelolaan, tidak segampang yang dibayangkan. Semuanya, management, pelatih, supportter sampai sponsorship harus bergerak bersama. Kalau di APBD, anggaran yang terbatas dan tidak begitu saja menggunakan anggaran itu, tapi ada pertanggung jawaban terhadap masyarakat dan juga negara," ucapnya di hadapan para Sakera Mania. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar