Hanya Dialokasi Rp 2,5 Miliar, KONI Sebut Pemkab Malang Tak Serius

KBRN, Malang : Pasca Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dikabarkan hanya dialokasikan anggaran Rp 2,5 miliar pada tahun 2022 nanti, persiapan cabang olahraga dirasa terganggu, karena besaran anggaran itu dinilai minim. Apalagi, rinciannya, Rp 2 miliar untuk KONI dan Rp 500 juta untuk Askab PSSI Kabupaten Malang. 

Binpres KONI kabupaten Malang M sodiq menyebut minimnya anggaran itu dinilai bukti ketidakseriusan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengembangkan prestasi olahraga. Apalagi, lanjutnya di tahun 2022 ini KONI Kabupaten Malang akan berlaga di ajang Porprov Jatim, sehingga dibutuhkan anggaran yang cukup besar. 

"Dengan anggaran yang minim memang sangat riskan untuk bisa berprestasi, sebuah prestasi yang dicapai dikarenakan pembinaan yang secara continue, jika melihat untuk peralatan latihan dibutuhkan  anggaran yang cukup besar," terang Sodiq ketika ditemui di Kantor KONI, Jumat (3/12/2021). 

Ditegaskan, sekarang ini cabang olah raga hanya bertumpu kepada wali atlet, yang sudah berjuang dalam proses pembinaan, bahkan wali atlet rela menggeluarkan operasional untuk anaknya berlatih.

Tentu hal ini, kata dia yang menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Malang dalam proses peningkatan prestasi atlet, mengingat untuk menjadikan atlet berprestasi, membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan juga pembiayaan yang tidak murah. 

"Tumpuan Cabor sekarang ini terletak kepada wali atlet, karena KONI tidak memiliki anggaran yang cukup, seharusnya pemerintah daerah harus mendukung pembinaan atlet," tandanya. 

"Nantinya atlet ini mampu berprestasi, maka nama daerah yang moncer, bukan nama wali atlet yang sudah mengeluarkan anggaran secara mandiri," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar