PON Berakhir, Dua Atlet dan Satu Mekanik Asal Batu Masih Tertahan di Papua

KBRN, Batu : Gelombang pertama kedatangan atlet Kota Batu yang memperkuat Kontingen Jawa Timur dalam PON XX Papua tahun 2021 tiba di Kota Batu.

Kedatangan para atlet di Bandara Juanda ini disambut oleh pengurus KONI Kota Batu serta Dinas Pendidikan Kota Batu. Menggunakan bus milik Pemkot Batu, para atlet kemudian diantarkan menuju Gedung PPPTK Pkn dan IPS di Desa Pendem, Kota Batu.

Atlet yang tiba hari ini adalah 7 atlet paralayang dan 1 atlet Tarung Derajat, semuanya dalam kondisi sehat dan dinyatakan bebas Covid-19 dan Malaria.

"Alhamdulillah gelombang pertama kedatangan atlet Kota Batu yang memperkuat PON XX Papua sudah tiba di Kota Batu dengan selamat," ujar Ketua Umum KONI Kota Batu, Mahfud, Jumat (15/10/2021).

Namun saat ini ada dua atlet dan satu mekanik Paralayang yang masih tertahan di Papua, pasalnya hasil swab pcr yang diambil menjelang kepulangan ke Jawa Timur, ketiga duta Kota Batu ini dinyatakan positif Covid-19.

Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa kondisi dua atlet dan satu mekanik Paralayang ini dalam kondisi baik dan saat ini menjalani isolasi di Wisma Kemenangan Jawa Timur di Papua.

Sama halnya dengan dua atlet dan satu mekanik Paralayang, kedelapan atlet Kota Batu yang dinyatakan negatif Covid-19 dan Malaria juga tidak diperkenankan langsung pulang ke rumah.

Mereka diharuskan menjalani karantina selama lima hari di PPPPTK Pkn dan IPS di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

"Karantina yang dilakukan Pemkot Batu dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Batu, menjalankan instruksi Satgas Penanganan Covid-19 RI terkait protokol kesehatan atlet PON," tambahnya.

Karantina ini akan dilaksanakan selama lima hari dengan pengawasan dokter dan tim medis Dinas Kesehatan Kota Batu.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menjelaskan saat ini masih ada atlet Kota Batu yang masih di Papua, karena jadwal kepulangan mereka mengikuti jadwal cabang olahraga masing-masing, seperti Nafa Amadea dan Cucun Hermanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00