Siasati PPKM, Pusat Perbelanjaan di Malang Gencarkan Penjualan Online

Kondisi salah satu mall di Kota Malang yang sepi pengunjung di masa PPKM

KBRN, Malang: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang dan Kota Batu diperpanjang dua minggu ke depan. Kebijakan itu disesalkan para pengusaha, sebab kebijakan pemberlakuan jam malam sejak akhir tahun 2020, lalu disusul dengan PPKM pada 11-25 Januari 2021 membuat perekonomian lesu. Salah satunya penurunan tingkat kunjungan mall.

Meski begitu, para pengusaha tetap berupaya bertahan di tengah kondisi sulit. Agar penjualan tetap berjalan meski ada pembatasan kegiatan masyarakat, Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang kini mulai menggecarkan penjualan dengan sistem online. 

“Perpanjangan PPKM ini sebenarnya kami keberatan. Tetapi karena ini sudah jadi kebijakan pemerintah, kami ikuti saja," kata Ketua APPBI Malang, Suwanto, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, selama PPKM hampir dua minggu terakhir, pusat perbelanjaan cenderung sepi pengunjung. Padahal beberapa waktu yang lalu di era normal baru, tingkat kunjungan sempat mengalami kenaikan 60-70 persen.

“Saat awal pandemi tingkat kunjungan mall  turun sekitar 60 persen. Kemudian kami sempat bangkit, ada peningkatan di angka 60 sampai 70 persen. Kemudian, ada PPKM, kembali turun sekitar 40 persen," ungkapnya.

Penurunan tingkat kunjungan itu, sambung Suwanto, juga berdampak pada tenant yang ada di sejumlah mall. Akibat pemasukan yang tidak sebanding dengan biaya operasional, sejumlah tenant memutuskan tutup.

“Rata-rata setiap mall ada 10 persen tenant yang tutup. Selama ini, kebanyakan pengunjung baru mendatangi mall sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara saat PPKM mall harus tutup pukul 20.00 WIB, itu jadi salah satu penyebab turunnya kunjungan mall,” ujar Suwanto.

Agar tetap bisa bertahan saat pemberlakuan PPKM, APPBI akan menggencarkan sistem belanja online melalui website belanjamallonline.com. Bahkan kini APPBI tengah mengumpulkan data tenant untuk mall di bawah naungan APPBI Malang untuk bergabung dalam program ini.

“Kami buat sistem belanja online memudahkan konsumen untuk berbelanja. Layanan ini lebih menarik dibanding aplikasi lain karena kurirnya lebih murah, pengiriman lebih cepat. Dalam sekali transaksi, pelanggan bisa melakukan pembelian random. Makanan dan baju misalnya, hanua dengan satu tarif pengiriman," ujarnya.

Meski belum diresmikan, namun animo masyarakat untuk menggunakan fasilitas tersebut. Itu berdasarkan trial yang dilakukan APPBI di Mall Dinoyo City. Rencananya, website belanja online itu akan resmi dioperasikan pada Februari mendatang.

“Kami masih trial, animo masyarakat cukup bagus. Saat ini memang belum menargetkan berapa jumlah penjualan, pokoknya yang terpenting omzet bisa masuk," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00