PPKM Efektif Tekan Sebaran Virus, Perpanjangan Tunggu Instruksi Pusat

KBRN, Malang : Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang menunggu instruksi Pemerintah Pusat, sebab kewenangan untuk memperpanjang bukan kewenangan daerah. 

" Perpanjangan PPKM itu kewenangan Pemerintah Pusat, kami menunggu instruksi selanjutnya, " ungkap Bupati Malang, HM Sanusi saat bersama Calon Wakil Bupati Malang terpilih H Didik Gatot Subroto, usai mengikuti Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Terpilih di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (21/1/2021) siang. 

Bupati Malang bersama Calon Wakil Bupati Malang terpilih mengaku akan terus berjuang keras bersama tim Satgas Covid-19 dan masyarakat Kabupaten Malang dalam memutus penyebaran virus di Kabupaten Malang. 

Ia menilai, PPKM yang diberlakukan sejak 11 Januari lalu hingga kini cukup efektif untuk menekan sebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. 

" PPKM lebih efektif tekan sebaran virus daripada tidak PPKM, "tegasnya.

Menurutnya, ada korelasi signifikan antara PPKM dengan pergerakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Bahkan, kata Sanusi, laporan dari Dinas Kesehatan setempat perkembangan kasus Covid-19 bisa ditekan. 

" Ada korelasinya dengan perkembangan kasus. Laporan Dinas Kesehatan angka kasus menurun selama PPKM ini," urainya. 

Ditambahkan, selama PPKM berlangsung operasi yustisi rutin dilakukan di masing masing kecamatan, sehingga meningkatkan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Pantauan RRI, selama PPKM berlangsung, pergerakan penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang melambat. Rata rata dalam sehari hanya ada penambahan 20 kasus. Padahal sebelum PPKM, penambahan kasus dalam sehari mampu menembus lebih dari 20 kasus. 

Hingga Rabu (20/1/2021) malam kasus Covid-9 di Kabupaten Malang sebanyak 1.841 kasus. Rinciannya, 1.674 kasus sembuh, 101 kasus meninggal dunia, 29 kasus diisolasi rumah, dan 37 kasus dirawat di Rumah Sakit. Angka kesembuhan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang jauh lebih tinggi ketimbang angka kematian. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00