Operasikan 6 KA Jarak Menengah/Jauh, Tiket KA Libur Natal dan Tahun Baru di Malang Bisa Dipesan

KBRN, Malang: Masyarakat yang akan memanfaatkan momen libur natal dan tahun baru menggunakan moda transportasi kereta api, kini sudah bisa memesan tiket. Sebab PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka layanan pemesanan tiket Kereta Api Jarak Menengah/Jauh untuk periode liburan Natal 2020 dan tahun Baru 2020 melalui aplikasi KAI Access, Situs resmi kai.id, serta kanal penjualan online resmi lainnya.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, di wilayah Daop 8 Surabaya, terdapat  29  KA Jarak Menengah/Jauh Reguler yang dioperasikan. Adapun untuk stasiun keberangkatan awal dipusatkan pada 3 stasiun kelas besar yaitu Stasiun Malang sebanyak 6 KA, Stasiun Pasar Turi sebanyak 7 KA, Jarak Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 16 KA Jarak menengah/Jauh.

 “Adapun  tujuan dari 29 KA Jarak Menengah/Jauh tersebut diantaranya ke arah Jakarta 12 KA, ke arah Bandung 5 KA, Ke arah Jember/Ketapang 7 KA, masing-masing 1 KA ke arah Cirebon, Lempuyangan, Semarang, Cilacap serta Purwokerto,” ujar Suprapto, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19, PT KAI berkomitmen menjual tiket KA Jarak Jauh dan Lokal hanya 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menerapkan physical distancing. Selain itu, pelanggan KA Jarak Jauh tetap diharuskan dalam kondisi sehat, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

“Pelanggan kereta api jarak jauh dan menengah juga diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 berupa hasil tes PCR atau Rapid Test yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan,” katanya.

Pihaknya memastikan protokol kesehatan secara ketat diterapkan sejak di stasiun hingga selama perjalanan. Untuk itu, pelanggan tidak perlu khawatir menggunakan moda transportasi kereta api di masa pandemi.

“Konsistensi KAI dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kereta api telah diakui. Hal ini dibuktikan dengan didapatkannya Safe Guard Label SIBV yang sudah mengacu pada parameter yang disusun oleh ahli dan auditor Kantor Pusat BV, international best practices, World Health Organization (WHO), regulasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ungkap Suprapto.

Ia menilai, masyarakat sudah mulai kembali mempercayakan moda transportasi kereta api di masa pandemi. Hal itu terlihat dari volume pelanggan yang terus menunjukkan tren positif dalam 3 bulan terakhir ini. 

“Jumlah penumpang di bulan September tercatat 293.425 penumpang, Oktober 354.695 penumpang, sedangkan di bulan November 2020 diprediksi bisa mencapai 370.000 penumpang. Ini menunjukkan antusiasme penumpang menggunakan kereta api cukup tinggi,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00