Apa Kata Alumni Pesantren di Makkah pada Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

KBRN, Malang:Pemerintahan pasangan Presiden-Wakil Presiden RI, Joko Widodo-Ma'ruf Amin memasuki usia satu tahun lebih tiga hari, tepat pada Jumat (23/10/2020). Terhitung pada Selasa (20/10/2020) genap satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam menahkodai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kendati di masa sulit, pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan tenang menjalankan roda pemerintahan di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dan maraknya aksi massa menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja saat ini. Lantas, apa kata Alumni Pondok Pesantren di Makkah, warga Kabupaten Malang atas Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf?

" Saya menilai pemerintahan pak Jokowi-Ma'ruf dengan subyektivitas saya sendiri, melihat dan membaca fenomena di sekitar saya, pemerintahan ini poinnya sudah cukup baik," ungkap Alumni Pondok Pesantren di Markas Sayyid Alawi Al-Maliki, Makkah, KH Luqman Hakim Ubaidillah, Jumat (23/10/2020).

Gus Luqman sapaan akrab Luqman Hakim Ubaidillah menjelaskan, kondisi saat ini tidak menguntungkan bagi Jokowi-Ma'ruf, tetapi pasangan Presiden itu mampu menjalankan Pemerintahan tanpa adanya kepanikan, sehingga tidak ada kegaduhan dibandingkan dengan negara lain di dunia.

" Karena posisi tidak menguntungkan dengan wabah (Covid-19; red), saya kira sudah cukup kondusif dibandingkan dengan negara negara lain yang gaduh dan panik," terang Luqman yang kini mengasuh Pondok Pesantren Al Falah Al Makky, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ia bersyukur, adanya ujian besar bagi Bangsa dan Negara ini, Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tetap bertahan hingga sekarang. Bahkan, kendati terjadi defisit, itupun sangat minim.

"Alhamdulillah, dengan ujian sebesar ini mampu bertahan sampai sekarang dengan defisit sangat minim sekali dibanding Negara lain," urai pria yang  belajar di Makkah 9 tahun itu.

Gus Luqman sepakat, pemerintah menarik Investor asing menanamkan modalnya di Tanah Air, dengan catatan  tetap mengutamakan dan memberikan kontribusi bagi Bangsa dan Negara.

" Pada tahun kedua ini lanjutkan dalam menarik investor asing. Namun sisi Budaya dan Agama jangan diabaikan, karena mayoritas penduduk kita adalah  beragama. Perhatikan sisi agama dan pemeluknya," tambah pria yang kini menjadi dosen tetap di kampus Al-Qolam Malang tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00