Masker Scuba Dilarang, Pedagang Mengeluh

Pedagang masker di kawasan Jalan Trunojoyo Kota Malang

KBRN, Malang: Imbauan pemerintah agar masyarakat tidak menggunakan masker scuba berdampak pada pedagang masker yang biasa menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Para pedagang ini mengeluhkan sepinya penjualan masker, padahal mereka sudah terlanjur memasok masker scuba dalam jumlah banyak.

Tarsuki, salah seorang pedagang masker di kawasan Jalan Trunojoyo Kota Malang misalnya. Ia mengaku telah memasok dagangan masker scuba senilai Rp 1 juta beberapa waktu yang lalu. “Sudah beli masker scuba banyak untuk dijual lagi, tiba-tiba ada larangan pakai masker scuba. Tapi ya tetap saya jual saja untuk menghabiskan stok,” katanya, Kamis (24/11/2020).

Ia pun mengaku keberatan dengan kebijakan itu. Menurutnya, larangan secara tiba-tiba ini tidak mempertimbangan nasib pedagang kecil yang sehari-hari berjualan masker di pinggir jalan. “Tidak hanya saya, banyak teman-teman yang merugi. Sebelumnya saya bisa jual sekitar 25 buah masker setiap hari, sekarang turun jadi hanya laku 7 sampai 10 masker,” ungkap Tarsuki.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Wahidi. Ia mengaku penjualannya menurun drastis sejak ada imbauan agar tidak menggunakan masker scuba. “Imbauan ini ya sangat berpengaruh, penjualan menurun. Biasanya omset saya antara Rp 100 ribu sampai dengan Rp 150 ribu, kalau sekarang dapat Rp 100 ribu saja sudah sangat bersyukur,” tuturnya. 

Apalagi selama ini masker scuba paling banyak diminati pembeli. Selain nyaman dipakai, harganya juga relatif terjangkau antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per buah. Meski begitu, Wahidi mengakui jika sebenarnya kebijakan itu bagus demi mencegah penularan Covid-19, mengingat masker scuba hanya satu lapis. “Dengan imbauan ini, sebenarnya ada bagusnya karena scuba cuma satu lapis. Tapi di sisi lain kalau masyarakat pakai masker yang terlalu tebal sulit bernafas. Selama ini scuba peminatnya paling banyak,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00