Fenomena ‘Mbediding’, Malang Raya Alami Puncak Musim Dingin Bulan Agustus

Ilustrasi Kota Malang

KBRN, Malang: Suhu udara di wilayah Malang Raya dalam kurun waktu beberapa hari terakhir cukup rendah mencapai 14 derajat celcius. Bahkan, puncak musim dingin atau fenomena ‘mbediding’ di Malang Raya bakal terjadi pada bulan Agustus 2020. Fenomena ini membuat suhu lebih dingin dibandingkan hari biasa.

Kepala Sub Bagian Observasi dan Informasi Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang, Anung Suprayitno mengatakan, suhu terdingin terjadi di puncak musim kemarau rata-rata di bulan Agustus. 

“Benua Australia sedang musim dingin, maka aliran udara yang melewati wilayah kita ini bersifat kering dan dingin yang dikenal dengan muson timuran. Muson timuran berimplikasi di wilayah kita," ujar Anung, Jumat (31/7/2020).

Lebih lanjut Anung mengungkapkan, penyebab utama suhu di Malang Raya lebih dingin karena bertepatan dengan wilayah selatan ekuator berada di titik terjauh dari garis edar matahari. “Saat ekuator jauh dari garis edar matahari, tekanan udara di bumi belahan selatan lebih tinggi daripada di bumi belahan utara. Hal ini, membuat pola sirkulasi angin bertiup dari selatan (Australia) ke utara (Asia),” ungkapnya.

“Sebenarnya suhu dingin normalnya dimulai pada Mei, tetapi karena pada bulan itu masih turun hujan membuat suhu tidak begitu dingin. Ketika Agustus diprediksi kurang dari 14 derajat celcius atau lebih dingin dari saat ini,” imbuhnya.

Untuk itu, ia pun mengingatkan masyarakat mempersiapkan diri seiring fenomena 'Mbediding' tiba. Terlebih saat ini masih pandemi Covid-19. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan kesehatan, terutama lansia yang rentan terjangkit penyakit. 

"Yang penting membangun kesiapan dari sisi kesehatan terutama yang sudah lansia sangat rentan dengan suhu ini.  Apalagi ini masa pandemi jangan sampai sakit,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00