Cegah Sebaran Covid-19, ASN Kabupaten Malang Wajib Ikuti Senam

KBRN,Malang: Untuk meminimalisir penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan mengikuti senam dua kali dalam sepekan. Senam cegah covid-19 dimulai hari ini. Diyakini dengan berolah raga mampu meningkatkan imun tubuh sehingga bisa mencegah penyebaran virus. 

Bupati Malang, M.Sanusi mengatakan kewajiban itu sengaja diberlakukan bagi seluruh pegawai Pemkab Malang sebagai bentuk upaya pencegahan covid-19. Menurutnya, ASN memiliki tugas utama memberikan layanan kepada masyarakat. Baik secara langsung maupun tidak langsung, banyak berinteraksi dengan masyarakat.

"Makanya saya wajibkan senam dua kali seminggu mulai pekan depan untuk meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyebaran covid-19," ungkap Sanusi usai melakukan kegiatan senam serentak di Halaman Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jumat (3/7/2020) pagi.

Selain mewajibkan senam dua kali seminggu, Sanusi juga mengingatkan ASN untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan pencegahan covid -19, seperti Physical Distancing dan menggunaan masker. Sebagai pelayan masyarakat, ASN juga harus bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan mematuhi aturan protokoler kesehatan.

"ASN harus bisa memberikan contoh bagi masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan pencegahan covid," tandas Sanusi

Menurutnya, hingga saat ini, tingkat kedisiplinan masyarakat sudah mulai hilang, seakan menganggap covid-19 sudah berakhir. Dari hasil evaluasi yang dilakukan Kamis (2/7/2020) malam, lanjut dia, hasil monitoring Tim Pakar Ahli dari Akademisi, masih banyak masyarakat yang membandel, tidak memakai masker serta  menerapkan Physical Distancing pencegahan Covid-19.

"Makanya dari TNI dan Polri dan Satpol PP akan kembali melakukan operasi besar-besaran untuk menegakkan disiplin masyarakat dan sifatnya lebih tegas , seperti penyitaan KTP dan Sanksi yang lebih tegas tapi bersifat humanis,"beber Sanusi.

Ditanya terkait pemulasaraan jenazah pasien covid-19 yang sempat menjadi kendala? Sanusi menjelaskan RSUD Kanjuruhan mulai saat ini akan mentraining unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan di seluruh kecamatan terkait teknik pemulasaraan jenazah pasien covid-19.

"Akan diketuai Tim Gugus Tugas yang diketuai Kepala Pelaksana BPBD,"tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00