Masa Berlaku Surat Bebas Covid-19 bagi Penumpang Kereta Diperpanjang

Stasiun Kotabaru Malang

KBRN, Malang: Masa berlaku surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid-test dengan hasil non reaktif bagi penumpang kereta api jarak jauh dan menengah diperpanjanh. Jika sebelumnya masa berlaku surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau masa berlaku surat keterangan uji rapid-test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan, menjadi masa berlakunya 14 hari. 

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, keputusan itu dibuat untuk menyikapi terbitnya SE Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020 tertanggal 26 Juni 2020, tentang perubahan atas surat edaran gugus tugas covid-19 Nomor 7 tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

"Dengan diperpanjangnya masa berlaku hasil tes tersebut, penumpang dapat menyesuaikan jadwal layanan KA yang akan melakukan perjalanan pulang pergi dalam rentang waktu yang singkat, tidak perlu melakukan tes ulang selama masih memiliki masa surat keterangan hasil tes  bebas Covid-19 yang masih berlaku," ujar Suprapto, Selasa (30/6/2020).

Meski demikian, PT KAI Daop 8 Surabaya mengimbau penumpang agar mematuhi dan melaksanakan semua protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang sudah ditentukan. Salah satunya terkait penggubaan masker dan pakaian lengan panjang atau jaket ketika berada di stasiun dan di dalam kereta api.

“Setiap penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, serta menginstall aplikasi Peduli Lindungi. Secara umum, seluruh penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat, memiliki suhu tubuh maksimal 37,3 derajat celsius, memakai pakaian lengan panjang atau jaket,” imbaunya. 

Sejak perjalanan KA kembali dioperasikan pada tanggal 12-27 Juni 2020, PT KAI  Daop 8 Surabaya telah melayani 4.946 penumpang KA Jarak Menengah/Jauh dengan relasi dari Surabaya menuju Semarang, Cirebon, Solo, Jember dan Banyuwangi, serta dari Malang menuju Banyuwangi. 

“Selain angkutan penumpang, kami melayani angkutan barang untuk masyarakat pada masa pandemi Covid-19 mulai dari angkutan bahan pangan, e-commerce, motor, dan lainnya melalui layanan Rail Express,” ungkap Suprapto. 

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Malang masih dinilai rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19. Penumpang yang mendominasi adalah asal Surabaya yang menggunakan kereta lokal Penataran relasi Surabaya-Blitar.

“Kalau dibanding sebelum pandemi Covid-19, bisa dibilang masih jauh penumpangnya. Paling banyak masih didominasi dari Surabaya,” kata Plt. Kepala Stasiun Malang, Nur Ghozuli.

Menurutnya, penumpang kereta jarak menengah juga tidak terlalu singnifikan. Saat ini, baru ada satu kereta jarak menengah yang beroperasi kembali di Stasiun Malang yakni KA Tawang Alun relasi Malang - Jember - Banyuwangi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00