Laku 2 Ton per Hari, Pedagang Kurma Panen Rejeki

Pedagang Kurma di kawasan Embong Arab Kota Malang

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 ternyata tidak berpengaruh terhadap bisnis penjualan kurma. Antusiasme warga Malang membeli buah manis nan legit ini tetap sama. Bahkan penjulannya meningkat 50 persen dibandingkan hari biasa.

Kawasan Embong Arab di Kecamatan Klojen Kota Malang menjadi salah satu pusat penjualan kurma di kota bunga. Di daerah tersebut, sejumlah toko berjejer menjajakan kurma berbagai jenis dengan harga yang bervariasi.

“Alhamdulillah Ramadan kali ini penjualan seperti biasa, normal tidak ada masalah meski ada Covid-19. Dibanding hari biasa,  peningkatan penjualan lebih dari 50 persen. Sehari, kurma yang terjual bisa mencapai 1 sampai 2 ton,” kata yahya Soleh, salah seorang pedagang kurma di kawasan tersebut, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, untuk Ramadan kali ini jenis kurma yang paling diburu pembeli adalah kurma Sukari. Sebab jenis kurma tersebut memiliki rasa yang lebih empuk, manis, dan legit. “Paling banyak dicari kurma Sukari, saya jual sudah dalam kemasan dua kilogram,” tuturnya.

Di bulan Ramadan, Yahya mengakui jika harga kurma ada yang naik, namun juga ada yang turun. Tergantung ketersediaan stok di pasaran. “Saya jual paling murah harganya 1 dus Rp 200 ribu isi berisi 10 kilogram. Sedangkan yang paling mahal kurma seharga Rp 300 ribu per kilogram,” ungkapnya. 

Salah seorang pembeli, Hadi terlihat memborong cukup banyak kurma. Menurutnya, kurma tersebut akan dibagikan untuk acara paketan berbuka puasa. “Kita kan biasanya mengadakan buka bersama di beberapa tempat seperti daerah Donomulyo, Kalipare, dan daerah lainnya. Tetapi karena ada Covid-19 ini, kita beri paketan saja tanpa pengajian. Diantar ke rumah-rumah sekitar 200 paket tiap hari,”  tandas Hadi. 

 

 

 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00