Industri Parcel Lebaran, Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Seorang pegawai menata pesanan parcel di Kota Malang

KBRN, Malang: Sejumlah industri di Kota Malang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun industri pembuatan parcel lebaran masih tetap bertahan meski pesanan konsumen tak sebanyak lebaran tahun-tahun sebelumnya. 

Di salah satu industri parcel lebaran yang terletak di Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing Kota Malang misalnya. Sejumlah pekerja tampak sibuk menyusun paket parcel yang terdiri dari aneka kue kering, coklat, dan minuman. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 250 ribu per paket, hingga jutaan rupiah tergantung pesanan pembeli. Harga itu masih tetap sama seperti tahun lalu. 

“Sebenarnya antusias konsumen pesan parcel lebaran meski ada Corona masih banyak. Hanya saja jumlahnya menurun. Kalau lebaran tahun lalu kita bisa dapat pesanan mencapai 4.500 paket parcel, tahun ini turun menjadi 3 ribu parcel,” kata Ivana Aga, asistant owner Citra Kendedes and Bakery Malang, Kamis (7/5/2020).

Tak hanya melayani pesanan dari warga Malang saja, industri parcel ini juga melayani banyak pesanan dari luar Malang, seperti dari Blitar, Pasuruan dan sekitarnya. “Paling banyak pesanan dari Blitar. Proses pengiriman dan pembuatan parcel dipastikan sudah sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19,” tutur wanita berambut panjang ini.

Agar penjualan bisa maksimal meski di tengah pandemi Covid-19, selain penjualan offline di toko yang tersebar di berbagai titik, pihak pengelola juga melakukan penjualan secara online. “Bisa juga pesan parcel lewat aplikasi ojek online, sehingga customer cukup hanya di rumah pesan parcel, bisa diantar ke alamat tujuan,” ungkapnya.

Selama sehari, industri ini bisa memproduksi 60 hingga 100 paket parcel. Pemesanan pun sudah dilakukan sejak H-1 puasa lalu. “Kami melayani pesanan parcel sampai H-3 lebaran mendatang. Rata-rata paket favorit parcel trend-nya masih sama seperti tahun lalu, berisi kue kering seperti kastengel, putri salju, dan jenis kue kering lainnya,” tandas Ivana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00