Ini Tips Tetap Bugar saat Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

KBRN, Malang: Bulan Ramadan telah tiba. Namun suasana Ramadan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, seluruh pelaksanaan ibadah disarankan dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Upaya menjaga daya tahan tubuh menjadi hal yang penting agar ibadah puasa tetap bugar meski di tengah pandemi Covid-19.

Selain olahraga, minum ramuan herbal menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh. Di Kota Malang, penjualan jamu atau ramuan herbal masih diburu warga. Salah satnya di lapak jamu Inil milik Ngatipah yang berada di Pasar Klojen Kota Malang. "Sejak adanya virus Corona, memang semakin banyak masyarakat yang membeli jamu," katanya, Jumat (24/4/2020).

Ramuan yang berasal dari empon-empon memang menjadi barang yang pling diburu warga ketika awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Wanita yang kerap disapa Inul ini pun membuat ramuan 'Jamu Anti Corona'. Ramuannya merupakan perpaduan bahan herbal yang terdiri dari serai, jahe merah, lemon, kunyit, temulawak, gula aren, dan cengkeh. "Ramuan ini yang paling banyak dicari, harganya Rp 5 ribu per bungkus," ungkapnya.

 Sehari, ia bisa menjual ramuan anti Corona sebanyak 15 liter setiap harinya. Selain ramuan itu, jamu kunir asam dan temulawak juga paling dicari warga. "Karena jamu ini punya khasiat untuk kekebalan tubuh dan menghilangkan racun, serta bagus untuk kesehatan," tutur warga asli Malang ini.

Sedangkan untuk di bulan Ramadan, ia menyarankan agar masyarakat mengkonsumi beberapa jenis jamu. Yakni Temulawak, Beras Kencur, Kunir Madu, dan Cabai Puyang. "Untuk jamu temulawak bagus untuk lambung ketika dikonsumsi saat bulan puasa. kalau jamu beras kencur untuk kesehatan supaya badan lebih bugar, sedangkan jamu Cabai Puyang dapat menghilangkan pegal linu dan capek, jadi setelah minum itu badan terasa bugar kembali," sarannya.

Menurutnya, waktu yang tepat untuk minum jamu di saat bulan Ramadan adalah ketika sebelum tidur. "Minumnya malam hari sebelum tidur, jadi besok paginya badan terasa enak dan bugar," tandas Inul yang sudah 10 tahun menjadi peracik jamu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00