Mudik Dilarang, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh di Malang Dibatalkan

KBRN, Malang: Pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Untuk itu, PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan seluruh perjalanan kereta jarak jauh termasuk di wilayah Malang mulai 24 April 2020. Namun KA lokal da kereta angkutan barang tetap beroperasi. 

“Kebijakan ini merupakan penyesuaian operasional perjalanan KA P enumpangnya, seiring dengan kebijakan Pemerintah yang resmi memberlakukan larangan mudik di masa pademi Virus Corona, guna menekan penyebarannya,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8, Suprapto, Kamis (23/4/2020).

Ia menjelaskan, ada 20 keberangkatan KA penumpang dari arah Surabaya ataupun Malang menuju Bandung dan Jakarta  yang dibatalkan operasi perjalanannya. Perjalanan KA tersebut terdiri dari relasi Surabaya/Malang – Bandung sebanyak  2 KA, relasi Surabaya/Malang –  Bandung - Jakarta sebanyak 4 KA, relasi Surabaya/ Malang – Cirebon – Jakarta sebanyak 14 KA.

"Sedangkan KA lokal yang masih beroperasi diantaranya di wilayah Malang yakni KA Penataran relasi Surabaya Kota – Malang – Blitar/pp," ungkap Suprapto.  

Dengan adanya pembatalan ini, calon penumpang yang sudah memiliki tiket akan dikembalikan penuh atau 100 persen di luar bea pesan. Calon penumpang juga dapat membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access atau datang langsung ke loket stasiun Kotabaru Malang. 

"Pembatalan tiket melalui aplikasi dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian," tuturnya. 

Adapun untuk pembatalan di loket stasiun dapat dilakukan hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking, dan uang akan langsung diganti secara tunai atau melalui transfer.

“Pembatalan perjalanan KA penumpang ini, untuk sementara ditetapkan hingga 30 April 2020, sambil dilakukan evaluasi mengikuti perkembangan. Jika terdapat perpanjangan waktu pembatalan operasional perjalanan KA maka akan diinformasikan kembali secara resmi,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00