Hotel di Malang Bagikan Nasi Kotak untuk Petugas Kebersihan Rumah Sakit

KBRN, Malang: Selain dokter dan tenaga medis lainnya, petugas kebersihan di rumah sakit juga memiliki peran sentral melawan pandemi Covid-19. Namun terkadang, peran petugas kebersihan ini kerap diabaikan. 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kontribusi petugas kesehatan di rumah sakit, 101 Malang OJ Hotel memberikan puluhan nasi kotak pada petugas kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan RS Lavalette, Senin (20/4/2020). Kedua rumah sakit itu merupakan rumah sakit rujukan di Malang untuk penanganan Covid-19. 

“Selain tenaga medis, petugas kebersihan juga merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. Mereka punya resiko besar terpapar Corona, karena setiap hari memasuki kamar pasien, kami sangat peduli pada mereka,” ujar General Manager 101 Malang OJ Hotel, Ade Sudrajat.

Puluhan nasi kotak ini dibagikan langsung oleh kru hotel pada para petugas kebersihan di kedua rumah sakit tersebut. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dilakukan di bulan Ramadan mendatang. “Saat bulan puasa, kami juga akan membagikan makanan sahur dan berbuka puasa pada tenaga medis dan petugas kesehatan. Sehingga mereka tidak bingung mencari makan di tengah tugasnya melawan Covid-19,” katanya.

Ia pun berharap pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga hotel bisa beroperasi seperti biasa. Pasalnya, sejak 1 April lalu, hotel yang terletak di tengah Kota Malang ini menutup total operasional hotelnya. “Mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing, hotel kami tutup. Apalagi ada penurunan okupansi yang tajam, biasanya okupansinya 85-90 persen, menjadi di bawah 10 persen,” ungkap dia.

Salah seorang petugas kebersihan di RSSA, Edwin Pramana mengaku senang dengan kepedulian warga terhadap petugas kebersihan. ”Saya senang ada yang peduli,” ungkap dia.

Edwin yang selama ini bertugas di lobby RSSA mengakui, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh merupakan kunci baginya saat bekerja di rumah sakit, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Selain jaga kesehatan, juga selalu pakai masker dan sering cuci tangan setelah bertugas,” tutur pria 25 tahun ini. 

Ia mengaku selama ini belum pernah ditugaskan untuk membersihkan area isolasi untuk PDP. Namun jika ditugaskan, Edwin mengaku siap. “Tidak masalah, yang penting punya alat pelindung diri lengkap,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00