Pendataan Sampel Rumah Tangga Long Form SP2020 Telah Dimulai

KBRN, Malang : Kegiatan Long Form SP2020 saat ini tengah memasuki tahap pendataan sampel rumah tangga yang dimulai sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2022 mendatang. Dalam pendataan tahap kedua ini akan diajukan 83 pertanyaan kepada rumah tangga terpilih yang berjumlah 16 rumah tangga per blok sensus. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, pendataan ini menggunakan CAPI (Computer Assisted personal Interview) dengan menggunakan aplikasi berbasis android. Petugas yang diterjunkan ke lapangan berjumlah 230 petugas yang akan mengerjakan 12.688 rumah tangga yang tersebar di lima kecamatan.

"Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan dengan memberikan jawaban secara jujur. Jawaban yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya berdasarkan Undang-Undang tentang statistik," katanya, Jumat (3/6/2022).

Menurut Erny, data yang dikumpulkan dalam pendataan sampel rumah tangga ini meliputi data karakteristik penduduk, migrasi, pendidikan dan komunikasi, disabilitas, ketenagakerjaan, fertilitas, mortalitas, perumahan dan pertanahan. 

"Pentingnya Long Form Sensus Penduduk 2020 ini adalah menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk menghasilkan indikatori SDGs dan RPJMN di bidang kependudukan. Bahkan dari hasil pendataan LF SP2020 ini akan dilakukan analisis tematik yang bertujuan untuk mendukung perumusan kebijakan terutama bidang kependudukan," ungkapnya.

Ia menambahkan, diperlukan analisis mendalam terkait faktor yang masih menjadi hambatan dalam pencapaian target SDGs dan RPJMN pada beberapa indikator kependudukan. Selain itu, pandemi Covid-19 membawa dampak pada berbagai kondisi sosial demografi penduduk Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang multikultural dan multietnis. 

"Perubahan sebaran suku bangsa dan bahasa menarik untuk dianalisa dan dikaitkan dengan pembangunan sosial ekonomi penduduknya. Upaya pembangunan yang terus menerus dilakukan, juga perlu diukur dampaknya terhadap pembangunan manusia," kata dia.

Dalam pendataan sampel rumah tangga ini, Erny melakukan pengawasan lapangan di RT 7 RW 7 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. Dalam pengawasan lapangan kali ini, Erny didampingi oleh Camat Sukun, Lurah Bandungrejosari, dan ketua RW 7. Kepada petugas, Erny berpesan agar menyiapkan perangkat pendataan dan menggali pertanyaan secara lengkap dan akurat. 

“Pastikan identifikasi anggota rumah tangga sudah benar. Meski tidak terdaftar dalam satu kartu keluarga yang sama, namun jika memenuhi konsep anggota rumah tangga maka harus dicatat dalam pendataan ini," ujarnya.

"Mengingat pentingnya data yang dikumpulkan dari pendataan SP2020 lanjutan ini, partisipasi masyarakat kembali diharapkan dengan memberikan jawaban secara lengkap dan benar. Setiap jawaban yang diberikan oleh masyarakat akan sangat berarti untuk kemajuan Kota Malang secara khusus dan Indonesia pada umumnya," imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar