Pandemi Belum Usai, Pentingnya Mengelola Kesehatan Jiwa

ilustrasi kesehatan mental (Foto: istimewa)

KBRN, Malang : Pandemi Covid-19 masih belum usai. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga kesehatan jiwa. Tak disadari, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir tiga tahun terakhir ternyata juga berdampak pada kesehatan jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, dr. Yuniar. Menurutnya, pada umumnya masyarakat mengenal kesehatan jiwa ketika membutuhkan pengobatan atau segi kuratif saja.

"Padahal sebetulnya dari aspek promotif, banyak hal yang harus diketahui oleh masyarakat, terutama dalam kemampuan mengelola stress, mengelola relasi, dan sebagainya," kata dr. Yuniar, Jumat (28/1/2022).

Ia menyebut, ada sejumlah faktor penyebab gangguan kejiwaan termasuk stress. Diantaranya terkait keterampilan hidup yang sebelumnya menjadi salah satu penguat dari kepribadian manusia.

"Di era pandemi saat ini banyak dampaknya terhadap kondisi kejiwaan. Dari sisi pendidikan misalnya, banyak anak-anak yang merasa sistem pendidikan sulit diikuti, orang tua juga begitu dimana ibu-ibu di rumah yang harus menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran baru," ungkapnya.

Tak hanya itu, kondisi ekonomi yang memburuk dampak pandemi juga berkontribusi terhadap gangguan kejiwaan. 

"Relasi rumah tangga banyak gangguan karena faktor ekonomi akibat pandemi. Ini menjadi salah satu pemicu stress. Selain itu, arus informasi yang tidak terbendung dari internet ternyata juga menjadi faktor pemicu gangguan kejiwaan. Untuk itu kita harus pintar mengelola kesehatan jiwa," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar