80 Pasien Antre, RSUD Grati Kini Buka Operasi Katarak Metode Phaco Emulsifikasi

dr Dian Ratna, Sp.M sedang memberikan pemahaman kepada pasien sebelum operasi katarak

KBRN, Pasuruan : RSUD Grati memiliki klinik mata yang melayani Operasi Katarak dengan metode Phaco Emulsifikasi.

Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari mengatakan, Phaco Emulsifikasi merupakan teknik operasi katarak menggunakan alat canggih, yakni mesin bergelombang ultrasonik. 

Dalam kerjanya, Phacoemulsifikasi akan memperbaiki penglihatan pasien yang terganggu karena katarak. Dimana katarak akan dihancurkan menjadi fragmen kecil dan dihisap melalui sebuah probe sebesar pensil, kemudian dilakukan pemasangan lensa tanam sesuai dengan ukuran refraksi pasien. 

Menariknya, setelah operasi, rawat inap lanjutan tidak diperlukan, sehingga pasien bisa langsung pulang.

"Kalau dulu pasien ngamar beberapa hari, tapi sekarang istilahnya one day care, datang kemudian diperiksa dengan beberapa tahapan, dioperasi, observasi kemudian langsung pulang," kata Retno, di sela-sela kesibukannya, Rabu (19/1/2022).

Dijelaskannya, selain pasien dapat langsung pulang setelah operasi, Phacoemulsifikasi memiliki banyak kelebihan. Seperti sayatan sangat kecil, proses cepat, tanpa jahitan, perawatan dan pemulihan lebih cepat, dan dapat dilakukan di semua tingkatan katarak.

"Paling proses utamanya hanya 15 menit. Yang jelas kalau operasi dengan metode ini dijamin mengurangi rasa nyeri, ngeres dan ketidaknyamanan setelah operasi," jelas Retno. 

Lebih lanjut Retno menegaskan bahwa layanan operasi katarak dengan alat canggih ini sudah dibuka sejak November 2021 lalu. Total sudah ada 20 pasien yang sudah dioperasi. Sedangkan hingga kini, lebih dari 80 pasien yang antri untuk bisa dioperasi.

"Kita sementara masih punya satu dokter mata, perempuan dan masih muda juga. Makanya pasien juga harus sabar, karena dokternya setiap hari mengoperasinya," singkatnya.

Dengan banyaknya pasien yang berdatangan, Retno mengajak masyarakat yang memiliki kelainan/gangguan pada mata, bisa datang ke Klinik Mata di RSUD Grati. Sebab kini sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Monggoh tidak usah jauh-jauh lagi untuk bisa dilaksanakan operasi katarak. Kita bersama untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. Ada juga operasi daging tumbuh di mata, benjolan di mata dan operasi luka pada kornea dan palpebra," harapnya. 

Sementara itu, Dr Dian Ratna, Sp.M selaku dokter mata yang menangani pasien di RSUD Grati menjelaskan, sebelum dioperasi, ada beberapa tahapan yang dilakukan pada pasien. Yakni 

Pertama adalah pemeriksaan slit lamp yang bertujuan untuk memeriksa jaringan mata sehingga terlihat lebih besar dan terlihat pula segmen anterior dan vitreous anterior.

Kedua, Pemeriksaan visus, yakni untuk menilai tajam penglihatan dengan snellen elektrik. Dari sini diketahui pasien bisa melihat seberapa jauh dekatnya.

Ketiga, Pemeriksaan USG untuk mengetahui keadaan mata bagian posterior. Dalam hal ini, ditempel alat untuk melihat bagian belakangnya bola mata. Ada kendala apa di belakangnya. 

Keempat, Pemeriksaan Biometri untuk mengukur panjang sumbu bola mata, kedalaman bilik mata sehingga didapatkan ukuran lensa intra okular yang akan ditanam dalam bola mata.

Kelima, Pemeriksaan NCT untuk mengukur tekanan bola mata dengan menggunakan alat. 

Keenam, pememeriksaan Autorefraktometri  untuk mengukur kelainan refraksi dengan menggunakan alat auto refraktometer dan melihat ketebalan kornea di depan.

"Yang jelas, sebelum dioperasi, kondisi pasien juga harus dicek. Seperti darahnya bagaimana, gula darahnya tinggi atau tidak. Kalau semuanya sudah normal, maka akan langsung kita operasi," tambahnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar