Musim Hajatan, Kampung Pia di Gempol Kebanjiran Order

Kesibukan para pekerja dalam membuat kue pia di rumah plus tempat usaha Ninik Agustini

KBRN, Pasuruan : Pernah dengar Kampung Pia di Kabupaten Pasuruan? Yap, kampung ini lain dari yang lain. Sebab, hampir semua kepala keluarga di RW 7 Dusun Warurejo, Desa Kejapanan menggantungkan hidupnya dengan membuat kue pia. Maka tak heran bila orang menyebutnya kampung pia.

Ninik Agustini (53), salah satu pembuat kue pia mengaku sudah 11 tahun bergelut dengan tepung terigu, minyak, dan mentega ini. Ketertarikannya membuat kue pia tak lain karena kondisi keuangan keluarga yang terpuruk, sehingga ia pun ingin mencari penghasilan tambahan, agar putra-putrinya bisa lulus sekolah.

"Anak tiga mau kuliah semua. Suami kerja di pabrik rotan, gak nutut kalau untuk biaya kuliah. Jadi saya nekat untuk belajar bikin kue pia," kata Ninik saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/10/2021).

Beruntung, ia bertemu dengan Yana, tetangganya yang menjadi perintis dalam memproduksi kue pia serta mendapat bantuan alat pengaduk adonan dari Disperindag Kabupaten Pasuruan. Dari situlah, ia terus dilatih hingga sukses membuat kue pia yang bisa dijual ke toko-toko. Kata Ninik, kue bikinannya ternyata disukai oleh masyarakat.

"Dulu ada Ibu Yana yang bikin pia pertama kali, dan saya diajari. Alhamdulillah, karena dapat bantuan mesin pengaduk adonan dari Disperindag. Saya coba bikin adonan, eh banyak yang minat dan banyak yang dititipkan ke toko, semuanya pada suka," ungkapnya.

Setelah bertahun-tahun menjadi pembuat kue pia, kini pesanan yang datang kepadanya semakin membludak. Di musim hajatan seperti sekarang, per harinya ia sanggup membuat 1000 kotak kue pia di outlet miliknya. Belum lagi beberapa cabang yang Ninik buka di Malang, Jombang, Gresik dan Surabaya.

"Per hari, pesanan yang datang bisa 1000 kotak. Kalau sebelum pandemi, dulu sampai 5000 kotak. Belum 6 cabang yang lain, di Malang, Jombang, Gresik, Surabaya, Mojokerto dan Probolinggo," ucapnya.

Per satu kotak, Ninik menjualnya dengan harga yang terbilang murah. Untuk kue pia dengan varian kacang hijau, nanas dan strawberry dijual dengan harga Rp 5500. Tapi untuk varian lain seperti cokelat, keju dan lainnya, ia jual dengan harga Rp 7000 per kotak dengan isi 6 kue.

"Kita jual untuk kelas menengah sampai ke bawah. Kalau isi 6 kita jual Rp 5500 untuk varian kacang hijau, nanas, dan strawberry. Tapi kalau cokelat dan keju lain, harganya Rp 7000," terangnya.

Dari semua kue bikinannya, total ada 12 varian yang bisa dipilih. Dari seluruh varian tersebut, varian nanas, strawberry dan kacang hijau menjadi favorit warga yang ingin membelinya sebagai souvenir hajatan dan kegiatan lainnya.

"Paling banyak ya nanas, kacang hijau dan strawberry. Karena untuk hajatan," singkatnya.

Untuk membuat kue pia yang berkualitas, semua bahan yang disiapkan harus berimbang. Termasuk tepung terigu sebagai bahan dasar utama, juga harus yang bisa membuat adonan sempurna.

"Paling penting adalah menjaga kualitas dengn mencari bahan yang bagus. Kalau tepung ya bogasari. Perpaduan dengan tepung, minyak, air, mentega dan garam harus pas supaya jadi kue pia yang enak," jelasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00