Lezatnya Kuliner Iwak Kali di Warung Mak Ti Blitar, Belasan Tahun Jadi Jujugan Pecinta Kuliner

KBRN, Blitar : Singgah di Blitar yang dikenal sebagai Bumi Bung Karno tidak akan membuat anda kecewa. Pasalnya, selain kaya akan wisata sejarah, wisata alamnya, wisata kuliner yang dimiliki Blitar tidak akan membuat lidah anda pahit. Salah satunya Warung Mak Ti Blitar yang menjajakan sajian menu iwak kali dan menu sayur khas desa. 

Bagi pecinta kuliner wajib hukumnya mencicipi nasi iwak kali dan sayur khas Ndeso (desa) di Warung Mak Ti  yang terletak di Dusun Nglaos Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Pemilik Warung ini bernama Supiyati, atau yang kerap di sapa Mak Ti ini telah merintis usahanya sejak 21 tahun yang lalu. Awalnya hanya berjualan kecil kecilnya, namun pada akhirnya banyak pengunjung yang menceritakan sajian menu di Warung ini kepada banyak orang. Membuat Warung Mak Ti ini menjadi Jujugan para pecinta kuliner dari daerah manapun. 

"Awalnya itu ya kecil kecilan saja warung ini, trus di promosikan dari mulut ke mulut akhirnya jadi ramai dan jadi jujugan utama pengunjung dari berbagai daerah," ucap Mak Ti, Minggu (17/10/2021). 

Menu andalan di Warung Mak Ti ini adalah berbagai olahan ikan tawa/ikan sungai atau yang kerap disebut iwak kali yang dipasok langsung dari Karangkates Malang. Jenis ikan yang disajikan antara lain ikan nila, ikan Wader, Ikan Mujair dan lain lain. Beberapa jenis ikan tersebut diolah dengan cara digoreng saja hingga kering, dan ada pula yang dimasak dengan bumbu pedas kuah santan. Selain menu olahan tersebut, di Warung Mak Ti juga menyediakan menu pendamping aneka sayur siap saji antara lain Lodeh Lompong, Lodeh Tahu Tempe, Bobor Daun Singkong, Oseng Pepaya, Oseng Terong, Urap-Urap, Trancam dan lain lain. 

"Menu di Warung kami ini merupakan menu Ndeso, karena kami menyajikan olahan iwak kali dan yang paling menjadi favorit adalah iwak kali goreng, kalau menu sayuran yang menjadi andalan adalah sayur lompong," ungkap dia. 

Semua menu di Warung Mak Ti disajikan diatas meja dan tertata rapi dan wadah besar. Tentunya ini menggoda selera bagi siapa saja yang melihatnya. Di Warung ini semua hidangan makanan disajikan secara prasmanan, sehingga bagi pengunjung bisa mengambil sendiri sesuai selera sepuasnya. Tak perlu merogoh kocek dalam dalam, cukup membayar 10 ribu, pengunjung sudah  bisa makan enak dan kenyang. 

"Semua hidangan kami sajikan prasmanan, jadi pengunjung bisa mengambil sesuai selera dan sepuasnya," terangnya. 

Menu masakan yang sederhana, aneka sayur lodehnya tidak terlalu kental santannya, bumbunya pun khas bumbu tradisional merupakan racikan langsung dari Mak Ti. Meski telah berpuluh puluh tahun, Mak Ti tetap menjadi juru masak dan pengelola di warungnya dan ia hanya dibantu oleh empat orang karyawannya. Biasanya setelah subuh, ia sudah mulai memasak aneka menu tersebut, baru sekitar jam 7 pagi beberapa karyawannya datang untuk membantu. 

"Sejak dulu memang saya juru masaknya sekaligus juga pengelolanya. Biasanya masak nya dimulai setelah subuh, saya juga punya ewang kalau dulu ada 10 orang, sekarang tinggal 4 orang karena dampak dadi pandemi juga," kata dia. 

Adanya Pandemi Covid 19 juga berdampak terhadap pengelolaan Warung Mak Ti. Ia mengaku, saat masa pandemi sedang parah parahnya waktu itu. Ia harus menutup Warung nya selama tiga bulan lamanya, hal ini dilakukan karena selama berminggu minggu tak ada pengunjung yang datang, tak ingin merugi terlalu banyak ia harus menutup waktunya untuk sementara waktu. 

"Ya karena waktu itu banyak orang sakit, dan orang meninggal karena Covid 19, trus juga adanya aturan larangan bepergian ke luar kota. Warung kami sepi pengunjung selama berminggu minggu, akhirnya kami dengan terpaksa menutup warung selama tiga bulan," tegas dia. 

Banyak pembeli atau pengunjung yang dagang dari luar Kota yang jauh, dan mereka hanya ingin menikmati masakan Mak Ti. Bahkan tak jarang yang datang rombongan mengajak keluarga nya. Salah satu pengunjung bernama David dari Malang mengaku, sengaja datang ke Warung Mak Ti karena penasaran dengan menu masakan nya yang dihargai murah sekali. Setelah menikmati sajian masakan Warung Mak Ti, ia merasa jika menu masakannya sangat enak dan harga terjangkau, bahkan ia punya menu favorit yakni ikan sungai atau Iwak Kali yang di goreng sampai kering sehingga sangat renyah ketika dimakan. 

"Enak rasanya, harganya juga sangat terjangkau. Saya memang sengaja datang kesini karena penasaran dengan menu menu yang disajikan," tambahnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00