Stok Darah di PMI Kota Malang Rawan Menipis

KBRN, Malang : Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang fluktuatif. Di momen bulan Ramadan ini, stoknya terkadang mencukupi, namun juga terkadang menipis dan tak mampu memenuhi kebutuhan. Proses vaksinasi Covid-19 yang masih terus berjalan ternyata berpengaruh pada ketersediaan kantong darah.

“Kalau bulan Ramadan ini sebenarnya minat masyarakat mendonorkan darah tidak jauh berbeda dengan momen bulan puasa tahun sebelummya, tetapi kendalanya bertambah. Karena sekarang banyak yang sudah vaksinasi, sehingga orang harus menunda donor,” kata Kepala UTD PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, Minggu (2/5/2021).

Menurutnya, setelah seseorang mengikuti vaksinasi tahap pertama, ia tidak diperbolehkan untuk donor darah. Sementara bagi yang sudah mengikuti vaksinasi tahap kedua, diperbolehkan donor asal ada jeda waktu dua minggu setelah vaksinasi. 

“Jadi ini antara bagaimana vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, tetapi kita juga tetap harus berupaya memenuhi kebutuhan darah,” ungkapnya.

“Selama ini kita banyak terbantu dari anggota TNI yang rutin donor darah. Namun saat ini TNI sebagian besar sudah ikut vaksinasi, jadi menunggu masa jeda untuk diizinkan donor lagi,” imbuh wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang ini. 

UTD PMI Kota Malang selama ini mencukupi kebutuhan darah dari sejumlah rumah sakit di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Jika stoknya cukup, maka bisa memenuhi suplai antara 80-90 persen. 

“Tetapi tak jarang hanya tercukupi 70 persen, karena stok utuk masing-masing jenis darah naik turun. Saat Ramadan setiap hari rata-rata ada seratusan pendonor, biasanya pagi 50 orang, sore 60an. Kalau bulan Ramadan ini banyak yang pilih donor sore menjelang berbuka. Kalau di luar bulan Ramadan kita bisa dapat 120-150 pendonor tiap hari,” paparnya.

 Meski begitu, pihaknya tetap berupaya membuat sejumlah program guna menarik minat masyarakat untuk donor. Salah satunya apresiasi berupa sembako untuk warga yang sudah mendonorkan darahnya. 

“Kami juga melakukan upaya jemput bola mendatangi pendonor di tempat-tempat ibadah, serta bekerjasama dengan sejumlah pihak. Meskipun situasinya tidak seramai dulu karena masih dalam masa pandemi Covid-19,” tandas Enny.

Sementara itu, salah seorang pendonor, Hasmo Nugroho mengaku, bersedia donor setelah mendapatkan informasi bahwa saat ini stok darah di PMI Kota Malang menipis.

“Dulu sebelum pandemi saya rutin donor, kemudian setelah sekian lama ini baru donor lagi karena 

ada info PMI sedang butuh banyak darah,” tutur Hasmo.

Menurutnya, tak ada perbedaan yang dirasakan ketika donor saat hari biasa maupun saat puasa di bulan Ramadan. Justru ia mengaku badannya menjadi lebih segar setelah donor.

“Setelah donor di badan lebih enak. Meski masih pandemi saya tidak khawatir, yang penting tetap disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00