Lantunan Ayat Suci Al-Quran dari Lapas

KBRN, Malang : Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II Malang. Di bulan Ramadan, kegiatan mengaji bersama atau tadarus Al-Quran menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh warga binaan di Lapas yang terletak di kawasan Kecamatan Sukun Kota Malang ini. 

Berkumpul di aula Lapas setempat, sedikitnya 60 warga binaan bergantian membacakan lantunan ayat suci. Sementara warga binaan lainnya menyimak. Tadarus Al-Quran dilakukan sejak pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Dengan waktu itu, warga binaan mampu mengkhatamkan Al-Quran hingga 4 kali setiap harinya. 60 peserta tadarus dibagi menjadi 15 kelompok, untuk mengkhatamkan Al-Quran.

“Untuk kegiatan Ramadan yang sifatnya rutin tetap dilaksanakan yakni pondok pesantren. Setelah kegiatan ponpes, mereka mengikuti tadarus Al-Quran. Alhamdulillah pesertanya cukup banyak, mereka punya target minimal dua kali khatam per hari,” kata Tri Anna, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Malang, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, antusiasme warga binaan untuk mengikuti kegiatan keagamaan di bulan Ramadan maupun di bulan biasa sangatlah bagus. Sementara bagi warga binaan yang masih dalam tahap belajar mengaji, juga diberi kesempatan yang sama. Yakni setiap hari Selasa dan Kamis mereka diajari membaca Al-Quran.

“Untuk belajar ngaji sebenarnya memang sudah kegiatan sehari-hari. Sebelum tadarus dan belajar ngaji, warga binaan biasanya mendengarkan tausiyah. Karena saat ini masih pandemi, tausiyah diberikan secara virtual menggunakan media zoom,” tutur wanita asal Solo ini.

Selain tadarus, warga binaan juga mengikuti shalat tarawih berjamaah. Dari total 526 warga binaan, sedikitnya 300 warga binaan yang mengikuti kegiatan ini.

“Shalat tarawihnya dibuat bergiliran per kamar, tidak bisa bersamaan karena masih pandemi, kami juga harus menerapkan phyisical distancing,” ujar Tri Anna.

Salah seorang warga binaan, Sri Nur Kudri mengaku senang dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan keagaaman selama Ramadan, salah satunya tadarus.  Dengan rutin membaca Al-Quran, wanita 63 tahun ini mengaku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi.

“Untuk menjadi manusia yang bertaqwa pada Allah dan berakhlak mulia, dan juga untuk merealisasikan program tahunan LP untuk pembinaan warga binaan,” ungkapnya.

Ditanya soal kesannya menghabisnya Ramadan di dalam lembaga pemasyarakatan, Sri mengaku tetap senang. Apalagi oleh Lapas diberikan waktu dan kesempatan untuk mengaji.

“Saya senang, meski di dalam Lapas tak ada halangan untuk menjalankan ibadah. Alhamdulillah diberi fasilitas yang sedemikian keren menurut saya. Dengan begini, kita hidup nyaman bersama Al-Quran. Semoga dengan pembacaan tadarus setiap hari Lapas Perempuan Sukun mendapatkan berkah,” tandas wanita asli Malang ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00