Demi Transparansi, Dewan Berharap Pemkot Malang Terapkan Sistem e-Budgeting

KBRN, Malang: Dewan berharap agar Pemerintah Kota Malang bisa segera menerapkan smart city, salah satunya terkait sistem e-budgeting demi meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Menurutnya, melalui smart city, Pemkot Malang dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi  mulai dari hal mendasar, seperti melakukan pembahasan APBD Kota Malang. “Dari salah satu point yang ingin didorong dalam penerapan Smart City adalah terkait w-budgetung guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia juga berharap, adanya e-budgeting masyarakat hingga tingakt RT/RW, sehingga pembahasan dan pemaparan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bisa lebih transparan.  "Jadi kami menginginkan dengan adanya E-Budgeting masyarakat lewat RT/RW bisa memantau itu dan tau skala prioritasnya," imbuhnya.

Dengan pemantauan yang lebih transparan itu,  masyarakat juga dapat mengetahui usulan yang diajukan melalui program Muserbang tersebut direalisasikan atau tidak. "Kalau e-budgeting nanti bakal ketahuan mana yang direalisasikan, mana yang tidak direalisasikan,” kata politisi PDIP ini. 

Ia menambahkan, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Malang sudah siap untuk menerapkan smart city termasuk e-budgeting. Namun saat ini tinggal bagaimana eksekutif memanfaatkan hal tersebut. 

“Dengan adanya keterbukaan melalui e-budgeting ini, masyarakat dijadikan sebagai subjek bukannya menjadi objek,” tandasnya. 

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji menilai jika upaya mewujudkan Kota Malang sebagai kota pintar (smart city) terus digodok oleh pemerintah. Menurutnya, dalam mewujudkan komitmen smart city, maka baik pemerintah maupun masyarakat harus saling berporses bersama. 

“Yang kita bangun adalah kebersamaan. Maka satu, harus ada kekuatan dari kita, yang kedua harus ada kesadaran masyarakat akan itu. Ketiga harus ada kesepahaman bahwa memang ini butuh proses, tidak bisa tiba-tiba,” kata dia.

Pihaknya mengaku, ingin menerapkan konsep smart city di berbagai lini kehidupan masyarakat. “Saya ambil smart city pada smart government, smart government itu  secara otomatis masuk ke smart-smart yang lain. Smart living, smart information, smart economy. Yang kita kuatkan saat ini juga smart economy-nya karena pasar kita sudah pasar global,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00